Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REKAYASA INDUSTRI: Pertamina nyatakan pemenang tender LNG Arun

JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) menetapkan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang tender kontraktor pelaksana engineering, procurement, and construction (EPC) proyek revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 November 2012  |  09:53 WIB

JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) menetapkan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang tender kontraktor pelaksana engineering, procurement, and construction (EPC) proyek revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan tender EPC untuk proyek tersebut telah digelar sejak April 2012 dan diikuti oleh lima perusahaan. Kini, setelah melalui beberapa tahapan, Rekayasa Industri terpilih sebagai pemenang dalam pelaksana EPC proyek.

"Kami telah menetapkan Rekayasa Industri sebagai pemenang tender dengan penawaran terbaik pada pekan lalu. Rekayasa Industri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan kualitas," kata Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (7/11).

Proyek Revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal direncanakan memiliki kapasitas total 400 MMscfd. Pasokan gas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri pupuk, bahan bakar listrik, dan industri di Aceh dan Sumatera Utara. Sejauh ini, proyek tersebut belum mendapatkan kepastian alokasi gas yang bersifat final secara kontraktual.

Adapun pasokan sebanyak 140 MMscfd untuk PLN dari Kilang LNG Tangguh yang rencananya akan dipasok melalui Receiving and Regasification LNG Terminal Arun, hingga kini masih dalam pembahasan mengenai harga yang berada dalam kewenangan pemerintah.

Selain itu, Pertamina juga menyatakan minatnya untuk membeli LNG domestik bagi keperluan proyek tersebut kepada produsen LNG Tangguh, BPMigas dan pemerintah.

Pertamina berharap proyek revitalisasi Kilang LNG Arun dapat menghidupkan kembali denyut industri di Aceh, menjaga keberlanjutan Pupuk Iskandar Muda (PIM), serta menjaga pasokan listrik di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.

Selain itu, melalui proyek pipa yang akan menghubungkan Arun dan Belawan, pasokan gas untuk terminal penerima dan regasifikasi Arun akan meningkatkan ketahanan pasokan energi dan juga bahan baku industri di Sumatera Utara.

Selanjutnya Ali mengatakan Pertamina belum dapat melakukan penandatangan kontrak pelaksanaan proyek dengan pihak Rekayasa Industri lantaran masih bergantung pada kepastian alokasi gas. Untuk itu, Pertamina sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan finalisasi kepastian pasokan gas bagi proyek yang strategis bagi ketahanan energi nasional tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo mengatakan rencananya pasokan gas untuk Terminal LNG Arun akan berasal dari Kilang Tangguh Papua Barat yang sebelumnya diekspor ke Sempra, Amerika Serikat. Rencananya, pasokan gas dari Sempra tersebut juga untuk memenuhi pasokan FSRU Jateng, dan FSRU Lampung.

"Mengenai sisanya dari mana, masih dalam proses," kata Evita melalui pesan singkat kepada Bisnis hari ini.

Adapun dari 42 kargo dari Sempra, sebanyak 20 kargo di antaranya akan dipasok untuk domestik.Sisanya, untuk sementara, akan diekspor dalam jangka pendek (spot) sampai terminal beroperasi."Ya kan butuh juga buat penerimaan negara," tegasnya.

Saat ini, sebanyak 12 kargo atau 0,75 juta ton per tahun dari 20 kargo ke domestik sedang dalam negosiasi antara PT PLN (Persero) dan BP Berau Ltd, sebagai pengelola kilang Tangguh, untuk dipasok ke terminal LNG di Arun, Aceh. Dengan demikian, masih tersisa 8 kargo yang bisa dialokasikan ke dalam negeri untuk FSRU Jateng.

Memang,  gas dari Sempra akan dialokasikan untuk FSRU Lampung. Namun, sebelum fasilitas terminal tersebut beroperasi, pada 2013 gas Sempra akan masuk ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melalui mekanisme pertukaran (swap).

Diharapkan pada 2012 sekitar 7 kargo eks Sempra akan ke PIM. (msb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria dan Vega Aulia

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top