Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTANIAN MEKANIS Perlu Konsolidasi Lahan Petani

JAKARTA –  Untuk mempercepat mekanisasi pertanian dengan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan), maka perlu adanya konsolidasi lahan petani, yaitu penggabungan lahan pertanian dari beberapa milik petani menjadi satu yang sering disebut
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 30 Oktober 2012  |  15:33 WIB

JAKARTA –  Untuk mempercepat mekanisasi pertanian dengan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan), maka perlu adanya konsolidasi lahan petani, yaitu penggabungan lahan pertanian dari beberapa milik petani menjadi satu yang sering disebut dengan corporate farming.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertania Udhoro Kasih Anggoro mengatakan dalam merumuskan kebijakan produksi pangan sudah dipastikan perlu peran mekanisasi pertanian, terutama daerah pertanian yang sudah mulai kesulitan mendapatkan tenaga kerja.

"Ketidakefisienan skala ekonomi pertanian [petani gurem, telah membuat adopsi alsintan lambat], oleh karena itu perlu ada corporate farming, yaitu konsolidasi lahan. Kunci dari konsolidasi lahan itu adalah kelembagaan petani yang kuat," ujarnya seusai acara Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian,  Selasa  (30/10).

Dia menjelaskan saat ini sudah mulai nampak sinyal-sinyal untuk mengadopsi alat dan mesin pertanian untuk menuju mekanisasi pertanian. "Apa yang sudah diputuskan dari hasil riset, kami langsung eksekusi. Sinyal-sinyal penggunaan [alsintan] di on farm [budidaya pertanian] sudah mulai menyala, harus segera direspon."

Namun, sangat disayangkan sampai saat ini pemerintah belum membuat peta jalan (roadmap) kebuthan alsintan untuk setiap wilayah.

Secara bersamaan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Haryono mengatakan kebutuhan alat dan mesin pertanian dipastikan tinggi seiring dengan pengembangan Koridor IV Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Sulawesi.

Menurutnya, pengembangan kawasan pangan akan difokuskan di Sulawesi didukung oleh Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua serta Papua Barat."Mekanisasi ini lebih cocok untuk areal yang luas." (if)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top