Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENYALURAN BBM: Keterlibatan Asing Diharapkan Bangun Infrastruktur Daerah Terpencil

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) berharap keterlibatan badan usaha asing dalam menyalurkan BBM bersubsidi bisa ikut mengembangkan infrastruktur di daerah terpencil di Indonesia.VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan siapa pun badan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Oktober 2012  |  22:50 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) berharap keterlibatan badan usaha asing dalam menyalurkan BBM bersubsidi bisa ikut mengembangkan infrastruktur di daerah terpencil di Indonesia.VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan siapa pun badan usahanya, seharusnya bisa memberikan nilai tambah untuk negara."Kalau ada badan usaha lain harus bisa memberikan nilai tambah buat negara. Mestinya mereka diberikan di daerah terpencil yang belum ada infrastrukturnya, sehingga bisa sekaligus mengembangkan [infrastrukturnya]," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Minggu (28/10/2012).Selain itu, badan usaha lain juga diharapkan bisa ikut membantu menyediakan stok BBM nasional. Sehingga, bukan hanya Pertamina yang ditugaskan menyediakan stok BBM nasional yang saat ini hanya sekitar 20-22 hari.Seperti diketahui, bisnis penyaluran BBM bersubsidi (PSO) tahun depan akan kedatangan pendatang baru, yakni Shell. BPH Migas menyatakan Shell mengikuti tender penyaluran BBM PSO tahun depan, bersama PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR) dan PT Surya Parna Niaga sebagai badan usaha pendamping Pertamina. Shell diketahui sudah mengajukan rencana pembangunan 70 unit SPBU yang menyalurkan BBM PSO di Surabaya dan sekitarnya pada tahun depan. SPBU tersebut merupakan SPBU yang didesain khusus menjual BBM subsidi jenis Premium untuk kendaraan roda dua (SPBU express). Sayangnya, Ali enggan mengomentari kemungkinan masuknya Shell dalam menjual BBM PSO tahun depan. Ali juga enggan mengomentari mundurnya Petronas dalam tender BBM PSO tahun depan, serta banyaknya SPBU milik Petronas yang saat ini tidak beroperasi lagi akibat biayanya tidak menutup biaya operasional."Yang jelas, Pertamina akan terus meningkatkan pelayanan di SPBU, dengan menambah SPBU Pasti Pas dan menerapkan sistem POS [Point of Sales]," ujarnya. Berdasarkan data BPH Migas, kuota BBM bersubsidi tahun ini 44,04 juta kiloliter akan disalurkan oleh Pertamina 99,64%, PT AKR Tbk 0,23%, PT SPN 0,08%, dan PT Petronas Niaga Indonesia 0,05%.Sementara itu untuk penyaluran BBM NonPSO per triwulan II/2012 masih didominasi Pertamina 68,43%, AKR 6,7%, Shell 5,55%, SPN 5%, PT Petro Andalan Nusantara 3,46%, PT Petromine Energy Trading 3,46%, PT Jasatama Petroindo 2,4%, PT Medco Sarana Kalibaru 0,8%, PT Global Artha Borneo 0,8%, PT Lautan Luas Tbk 0,6%, Petronas 0,55%, dan sisanya adalah gabungan sisa badan usaha lainnya. (bas) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top