Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUKAT HARIMAU: Nelayan tradisional Sumut dirugikan

MEDAN: Nelayan tradisional Provinsi Sumatra Utara mengeluhkan aksi pengusaha yang mengoperasikan kapal pukat harimau atau trawl di sepanjang  jalur perairan Pantai Barat dan Pantai Timur provinsi ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Oktober 2012  |  19:23 WIB

MEDAN: Nelayan tradisional Provinsi Sumatra Utara mengeluhkan aksi pengusaha yang mengoperasikan kapal pukat harimau atau trawl di sepanjang  jalur perairan Pantai Barat dan Pantai Timur provinsi ini.

Kapal penangkap ikan yang menggunakan pukat harimau ikut menjaring  benih atau ikan kecil yang belum berkembang, sehingga dapat menyebabkan kepunahan sejumlah jenis ikan di laut, termasuk ikan yang menjadi tangkapan nelayan.

Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumatra Utara, mengatakan keberadaan kapal pukat trawl di perairan Pantai Barat dan Pantai Timur Provinsi Sumatra Utara sangat mengganggu dan meresahkan para nelayan tradisional.

“Karena kapal pukat trawl tersebut beroperasi di wilayah tangkapan ikan para nelayan tradional, sehingga nelayan tradisional tidak bisa lagi menangkap ikan," jelas Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali, kepada Bisnis, Rabu (10/10/2012).

Sesuai pengaduan nelayan tradisional yang diterima Dirkhansyah, kapal pukat trawl tersebut masih terlihat dan beroperasi di perairan Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, dan perairan Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Akibatnya, menurut Dirkhansyah, nelayan tradisional tidak bisa lagi menangkap ikan, karena seluruh ikan telah ditangkap oleh kapal pukat trawl, atau tidak ada yang tersisa.

"Tentunya kejadian ini dapat mematikan mata pencaharian para nelayan tradisional," ujarnya.

Dirkhansyah mengemukakan jika persoalan ini dibiarkan terus berlarut-larut, tanpa ada solusi penanganannya, dikhawatirkan nelayan akan kehilangan mata pencaharian karena wilayah tangkapan ikan mereka sudah tidak mengandung ikan.

Zulkarnain, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatra Utara, mengatakan instansi yang dipimpinnya terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan operasional kapal pukat trawl di perairan Pantai Barat dan Pantai Timur Provinsi Sumatra Utara.

"Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatra Utara juga telah melakukan sosialisasi tentang kapal yang menggunakan alat pukat trawl bahwa alat tersebut dapat merusakan. Para nelayan juga diharapkan tidak main hakim sendiri untuk mengambil tindakan terhadap kapal pukat trawl,"  ujarnya Zulkarnain. (Foto: Antara) (k14/msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top