Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ADHI KARYA Raih Kontrak Baru Rp6,9 Triliun

JAKARTA: BUMN konstruksi, PT Adhi Karya Tbk, telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp6,9 triliun pada Agustus 2012 atau sekitar 51% dari target kontrak yang harus dipenuhi hingga akhir tahun sebesar Rp13,5 triliun.
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 05 September 2012  |  19:37 WIB

JAKARTA: BUMN konstruksi, PT Adhi Karya Tbk, telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp6,9 triliun pada Agustus 2012 atau sekitar 51% dari target kontrak yang harus dipenuhi hingga akhir tahun sebesar Rp13,5 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Amrozi Hamidi mengatakan pihaknya optimistis bisa memenuhi pencapaian kontrak baru sebesar Rp6,6 triliun dalam kurun empat bulan ini.

Pasalnya, pada Agustus ini saja, perusahaan plat merah tersebut bisa memperoleh setidaknya tiga proyek baru senilai Rp904 miliar, antara lain proyek lanjutan pembangunan Apron Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta senilai Rp759 miliar, proyek jalan tol Solo-Kertosono Rp5 miliar, dana jalan perbatasan di Nanggroe Aceh Darussalam sebesar Rp140 miliar.

Selain itu, Amrozi mengatakan bahwa sebagian besar proyek yang digarap oleh perseroan merupakan proyek pemerintah yang berasal dari pendanaan APBN.

“Proyek-proyek tersebut menurutnya banyak yang sedang proses tender dan mulai penandatanganan kontrak pada kuartal III dan awal kuartal IV,” tuturnya hari ini, Rabu (5/9/2012).

Proyek yang mendominasi ialah di sektor konstruksi dan EPC yang menyumbang sebesar 87% sedangkan 3% sisanya berasal dari proyek properti.

“Kami optimistis target perolehan Rp13,5 triliun bisa tercapai karena perolehan kontrak pada proyek pemerintah akan besar pada kuartal III dan IV, siklus pembangunan kita memang seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu untuk pendapatan perusahaan emiten berkode ADHI tersebut hingga Juli sudah mencapai Rp2,28 triliun dari target akhir tahun sebesar Rp9,4 triliun.

Target pendapatan tersebut tumbuh 40,51% dibandingkan pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp6,69 triliun.

Pertumbuhan tersebut, diharapkan dapat mendorong kenaikan laba bersih sebesar 11,66% menjadi Rp204 miliar dari Rp182,69 miliar.  (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top