Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RISET BANK DUNIA: Masih ada disparitas gender di Asia Pasific

JAKARTA: Peningkatan akses bagi perempuan terhadap peluang kerja dan ekonomi dapat mendorong produktivitas secara signifikan.Oleh karena itu, Bank Dunia mendorong adanya kebijakan sadar gender di Asia Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.Laporan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Juni 2012  |  17:52 WIB

JAKARTA: Peningkatan akses bagi perempuan terhadap peluang kerja dan ekonomi dapat mendorong produktivitas secara signifikan.Oleh karena itu, Bank Dunia mendorong adanya kebijakan sadar gender di Asia Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.Laporan Bank Dunia berjudul “Toward Gender Equality in East Asia and the Pasific” yang disampaikan dalam seminar “Tantangan Menuju Keadilan Gender Dalam Pembangunan Perspektif Indonesia dan Asia Timur” oleh Bank Dunia dan Universitas Indonesia (25/6) mengungkapkan masih adanya disparitas gender di sejumlah bidang di Asia Pasifik.Namun demikian, Ekonom Bank Dunia Andrew Mason yang menyusun laporan tersebut mengakui bahwa pelaksanaan kesetaraan gender sudah meningkat di wilayah ini dan berperan dalam pertumbuhan ekonomi.“Dalam banyak hal, perempuan di Asia Timur dan Pasifik saat ini berada dalam posisi yang lebih baik untuk berpartisipasi, berkontribusi, dan menerima manfaat dari pembangunan. Namun demikian, masih banyak sekali yang harus dikerjakan,” jelas Mason.Berdasarkan hasil studi dalam laporan tersebut, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di wilayah ini tergolong cukup tinggi. Namun, menurut Bank Dunia, kemajuannya belum merata.“Para pemerintah di kawasan ini perlu memahami mengapa upaya menutup kesenjangan gender begitu beragam antar negara dan menyikapinya dengan kebijakan yang benar,” kata Mason.Laporan ini menelaah sejumlah isu pembangunan dari sudut pandang kesetaraan gender seperti meningkatnya integrasi ekonomi global, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, migrasi, urbanisasi, dan penuaan populasi.Bank Dunia berharap pemerintah di kawasan ini dapat menggunakan data hasil laporan ini sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan terkait pemberdayaan wanita dan kesetaraan gender terutama di bidang pendidikan, kesehatan, peluang ekonomi, politik, keamanan, dan bidang-bidang pembangunan lainnya.Di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifi, perempuan memiliki akses pendidikan yang sama dengan pria dan dapat menyatu dalam kegiatan pendidikan. Mereka juga punya akses yang sama terhadap keadilan hukum.“Pada akhirnya, kesetaraan gender itu sendiri adalah tujuan pembangunan yang penting dan juga kebijakan pembangunan yang baik,” ujar Mason.Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sri Danti Anwar mengatakan Indonesia sudah berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender melalui sejumlah kebijakan seperti UU No.7 tahun 1984 dan UU No.39 tahun 1989.“Kesetaraan gender juga menjadi strategi landasan operasional dalam agenda pembangunan baik nasional maupun daerah,” jelasnya. (03/Bsi)

 

 

BACA JUGA:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Puput Jumantirawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top