Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK DUNIA: Pinjaman siaga yang diajukan RI tak timbulkan gejolak pasar

 
Erlan Imran
Erlan Imran - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  04:29 WIB

 

JAKARTA: Bank Dunia menilai pinjaman siaga yang diajukan pemerintah Indonesia tidak akan menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar atas gejala krisis, tetapi justru memperlihatkan sikap pro aktif dalam mengantisipasi tekanan pelemahan ekonomi global.
 
Dini Djalal, External Relations and Communications Officer Bank Dunia, mengatakan pihaknya pernah memberi pinjaman yang sama pada 2009, saat perekonomian dunia mengalami masa krisis yang lebih hebat dari saat ini.
 
“Investor akan merasa pemerintah pro aktif menanggapi krisis dengan kebijakan efektif seperti insurance [penjaminan] berupa contingency loan [pinjaman siaga] ini,” ujar Dini kepada Bisnis Senin 28 Mei 2012
 
Menurut dia, secara fundamental Indonesia masih sangat baik, tetapi penjaminan sebagai langkah antisipatif tetap dibutuhkan dalam kondisi volatile seperti saat ini. berkaca pada krisis 2009 lalu, pelaku pasar justru menyambut baik langkah siaga tersebut, bukan malah berpikir kondisi krisis akan benar-benar terjadi.
 
Senada dengan Dini, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menegaskan fasilitas pinjaman siaga pada 2009 yang tidak terpakai menunjukkan pengajuan pinjaman siaga bukan sebagai langkah penanggulangan darurat, tetapi hanya untuk berjaga-jaga.
 
“Kami melihat krisis Euro mempengaruhi ekonomi domestik, tetapi ada pengaruh juga dari perkembangan perdagangan dan current account defisit kita, dan kekhawatiran tekanan inflasi,” katanya.
 
Untuk itu, dia menambahkan pemerintah akan melaksanakan berbagai upaya penghematan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap dalam keadaan terkendali.
 
Seperti diketahui, Bank Dunia telah mengabulkan permintaan pinjaman siaga pemerintah Indonesia sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp18 triliun. 
 
Pada perkembangan selanjutnya, pemerintah menjajaki pinjaman siaga dari tiga kreditur internasional yang totanya diperkirakan mencapai US$3,5 miliar. 
 
Adapun, ketiga kreditur internasional ialah Bank Pembangunan Asia (ADB), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dan pemerintah Australia.(sut)

 

 

 

BACA JUGA:

Skandal seks DPR mulai terkuak

Kekhawatiran data China pukul saham pertambangan

Hasil F1 Monaco, Webber juaranya

Rossi masuk Honda gantikan Stoner?

Nilai tukar rupiah, gimana hari ini?

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top