Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROFIL KOPERASI: Kopwan Wanita Karya NTB kian terasa manfaatnya

Aset Koperasi Wanita Karya Terpadu dari Nusa Tenggara Barat ini mungkin tidak terlalu besar, karena hingga akhir Desember 2011 hanya sebesar Rp13,2 miliar.
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  15:16 WIB

Aset Koperasi Wanita Karya Terpadu dari Nusa Tenggara Barat ini mungkin tidak terlalu besar, karena hingga akhir Desember 2011 hanya sebesar Rp13,2 miliar.

 

Namun, pemberdayaan yang dilakukan kepada masyarakat sangat besar manfaatnya, sehingga lahirlah entrepreneurs sejati berskala mikro, kecil dan menengah."Kami ini tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan koperasi lain yang berperan meningkatkan program pemerintah di bidang kewirausahaan melalui pelaku usaha mikro, kecil dan menengah," tutur Baiq Rusmiati, Ketua Koperasi Wanita (Kopwan) Karya Terpadu belum lama ini.Kalimat tersebut ternyata hanya sebagai sikap low-profile dari seorang wanita bergelar bangsawan dari Desa Rara, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Padahal, jumlah masyarakat yang telah menjadi pelaku usaha atas kinerja koperasi yang dipimpinnya mencapai 117 orang.Jumlah itu adalah yang mampu diangkat menjadi wirausaha, sedangkan jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap dari pemberdayaan itu mencapai 2.552 orang. Jumlah yang lumayan fantastis karena Kopwan Karya Terpadu berdiri pada 1993.Dan beruntunglah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki koperasi wanita yang angotanya didominasi kaum perempuan hingga 70% dari total 885 anggota. Pada 2010 Provinsi Nusa Tenggara Barat terpilih menjadi porvinsi terbaikpenggerak koperasi di Indonesia.Predikat tersebut didorong dari aktivitas seluruh koperasi di provinsi tersebut. Sebagai catatan, perekonmian NTB sebagian besar didukung badan usaha koperasi, mencapai 90%. Jumlah koperasi di provinsi tersebut 3.512 unit.Adapun total investasi Kopwan Karya Terpadu yang disalurkan kepada seluruh anggota dan pelaku UMKM mencapai Rp11,8 miliar. Dengan demikian, peranan atau aktivitas Kopwan pimpinan Baiq mampu meningkatkan geliat ekonomi di Lombok Barat khususnya.Meski asset tidak tergolong terlalu besar, akan tetapi kemampuannya menjadi penyedia pembiayaan untuk sektor riil, benar-benar membantu Gubernur M.Zainal Majdi. Sebagai catatan, Kopwan Karya Terpadu dipercaya perbankan nasional menjadi mitra penyalur pembiayaan.Khususnya untuk menyalurkan dana program kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah pusat. Dengan berbagai keunggulan itulah membuat Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan koperasi itu menjadi salah satu koperasi menerima kunjungan perwakilan anggota koperasi dunia.Kehadiran dari perwakilan 12 negara anggota International  Cooperatives Alliance (ICA)  terkait Festival International Year of Cooperative (IYC 2012) di Mataram,  NTB. Perwakilan dari ICA itu  mengunjungi khusus markas Kopwan iutu untuk berbagi pengalaman dalam pemberdayaan UMKM.Peran dan fungsi Kopwan tersebut ternyata tidak hanya pada sisi pemberdayaan. Karya Terpadu juga aktif melaksanakan pendidikan serta peningkatan kapasitas SDM sebagai partisipasi di bidang sosial masyarakat.Anggota masyarakat yang kurang beruntung dan tidak mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi, difasilitasi menerima pelatihan bahasa inggris maupun pelajaran komputer yang saat ini sudah menjadi tuntutan utama bagi setiap pekerjaan.Termasuk pula kepada anggota koperasi tersebut, karenas menurut Baiq Rusmiati, rata-rata anggota mereka hanya mampu menyelesaikan pendidikan tertinggi Sekolah Lanjutan Atas (SLA). "Mereka juga perlu menerima peningkatan kapasitas."Baiq Rusmiati, mengemukakan sejarah perjalanan koperasi yang berdiri pada 1993, dimulai dengan pemberdayaan kaum ibu-ibu dan perempuan yang tidak mempunyai aktivitas, selain mengurus rumah tangga.Untuk memuluskan rencana pendirian koperasi, ketika itu modal awal ditetapkan hanya sebesar Rp150.000 yang terdiri dari simpanan pokok sebesar Rp122.000 dan simpanan wajib bulanan sebesar Rp28.000.Pada awal operasional, kata dia, kebutuhan modal UMKM relative kecil, yakni antara Rp10.000-Rp100.000 per orang. Oleh karena itu modal usaha anggota masih bisa dicover dengan dana cashflow dari anggota.Memasuki era 1999, tuntutan pembiayaan bagi anggota meningkat menjadi antara Rp1 juta hingga Rp40 juta per orang. Sebelum bisa memenuhi kebutuhan anggota, mereka yang membutuhkan modal besar, dikerjasamakan dengan perbankan.Termasuk demean program kredit usaha rakyat (KUR) yang dilaunching pemerintah pada akhir 2007. Sebagai salah satu koperasi berprestasi, Kopwan Karya Terpadu juga dipercaya perbankan penyalur KUR untuk menjadi mitra penyalur kepada angotanya maupun masyarakat luas.Kepercayaan yang diberikan perbankan tidak terlepas dari sistem manajerial yang dikelola secara transparan. Dan dari aktivitas tersebut, Kopwan Karya Terpadu setiap tahun mampu menerima simpinanan sukarela secara total sekitar Rp2 miliar-Rp3 miliar per tahun.Keunikan lain operasional koperasi serba usaha tersebut adalah, tidak menggunakan petugas lapangan untuk mendukung kinerja usahanya. Manajemen lebih memilih menggunakan koordinator lapangan karena dianggap lebih efektif dan efisien."Kami menggunakan tenaga kordinator lingkungan di seluruh dusun datau desa tertentu. Koordinatornya dipilih masyarakat setempat yang lebih mengenal dan memahami karakter coordinator yang menjadi perwakilan dari koperasi.  Adapun fungsinya, a.l.  untuk menyeleksi calon anggota, calon peminjam.Anggota yang mengandalkan sumber pembiayaan dari Kopwan Karya Terpadu, secara umum bergerak di kelompok usaha home industry, kerajinan hingga industri berbasis kuliner. Sejak memulai usaha, manajemen koperasi tersebut terus melakukan pendampingan hingga akhirnya mencapai level stabil.Pendampingan dimaksudkan agar usaha lebih berkembang maupun lebih mapan mengelola pembiayaan pada tingkat seefisien mungkin.Termasuk memberikan advis mengembangkan pola pemasaran produk.Salah satu andalan dari hasil kerajinan di daerah itu adalah mutiara. Perajin berstatus anggota Kopwan Karya Terpadu sangat rampil mengolah mutiara-mutiiara darat dan laut untuk menjadi perhiasan kaum wanita maupun pria. (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top