Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LINTAS MARGA SEDAYA raih pinjaman sindikasi Rp12,6 triliun

JAKARTA: PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pemegang konsesi ruas tol Cikampek Palimanan telah mendapatkan perjanjian kredit dari beberapa sindikasi perbankan nasional, perbankan daerah, termasuk perbankan Malaysia untuk membiayaan pembangunan proyek jalan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Mei 2012  |  11:37 WIB

JAKARTA: PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pemegang konsesi ruas tol Cikampek Palimanan telah mendapatkan perjanjian kredit dari beberapa sindikasi perbankan nasional, perbankan daerah, termasuk perbankan Malaysia untuk membiayaan pembangunan proyek jalan tol senilai Rp12,6 triliun. Berdasarkan rilis yang diterima Bisnis, komitmen pemberian kredit pembiayan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak antara LMS dengan sindikasi perbankan pada Jumat, 25 Mei. Bertindak sebagai koordinator pimpinan dan pengatur perbankan (joint coordinator mandated lead arrangers and book runner) ialah kerjasama antara BCA (koordinator bank nasional) dan Bank DKI (koordinator bank daerah). Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Steve Ginting ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan perjanjian kredit perbankan. Dengan demikian badan usaha dianggap sudah memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada Rabu, 30 Mei sehingga pembangunan proyek dapat dilanjutkan   Berdasarkan kontrak yang tertuang di dalam amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), jatuh tempo perjanjian kredit seharusnya pada 27 April lalu atau enam bulan setelah penandatanganan amandemen PPJT. Namun sayangnya, LMS belum berhasil mendapatkan komitmen perbankan sehingga dianggap cidera janji oleh BPJT. Untuk itu, pemerintah memberikan tambahan waktu satu bulan ke depan melalui surat pemberitahuan yang dikirim 30 April lalu. Jika dalam kurun waktu tersebut badan usaha tidak mendapatkan kredit perbankan maka pemerintah akan memutus kontrak secara otomatis dan menender ulang. “Ya kami sudah mendapatkan (perjanjian kredit) sehingga proyek bisa dilanjutkan,” ucapnya melalui pesan singkat. Besarnya kredit yang digelontorkan oleh pihak perbankan ialah 70% dari total investasi senilai Rp12,6 triliun atau sekitar Rp8,82 triliun (70%) yang siap dikucurkan saat proses konstruksi. Sementara 30% sisanya sebesar Rp3,78 triliun berasal dari alokasi dana internal perusahaan.     

    Proyek jalan tol milik Plus Expressway Berhard dan PT Baskhara Utama Sedaya ini akan melalui kabupaten-kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.  Pekerjaan konstruksi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 30 bulan sehingga pada akhir 2014 jalan tol sepanjang 116 km ini akan tersambung. (arh) 

 

CURRENT ISSUES:

SITE MAP:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top