Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MASKAPAI PENERBANGAN: Tunggu Embraer siap, Sriwijaya pakai Boeing bekas

BIAK: Sriwijaya Air mengklaim 20 unit pesawat Embraer E-Jets 190 akan datang pada 2015, dan untuk sementara mendatangkan pesawat bekas Boeing 737-800NG."Hal itu karena untuk pembelian pesawat Embraer butuh indent seperti pada pembelian mobil, selama
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  13:47 WIB

BIAK: Sriwijaya Air mengklaim 20 unit pesawat Embraer E-Jets 190 akan datang pada 2015, dan untuk sementara mendatangkan pesawat bekas Boeing 737-800NG."Hal itu karena untuk pembelian pesawat Embraer butuh indent seperti pada pembelian mobil, selama 2-3 tahun sehingga baru siap pada 2014-2015," ujar Direktur Niaga dan Komersial Sriwijaya Air Toto Nurcahyo kepada Bisnis di sela-sela Inagurasi penerbangan perdana Sriwijaya Air Jakarta - Maakassar-Jayapura-Biak hari ini.Menurut dia, pesawat Boeing yang didatangkan meski bekas tapi masih dalam kondisi baru. Rencananya, Sriwijaya akan mendatangkan 52 pesawat, yang terdiri dari 12 Boeing 737-500, 20 Boeing 737-800NG, dan 20 Embraer E-Jets 190.Toto mengungkapkan pesawat-pesawat yang baru dibeli itu akan mengisi rute-rute baru Sriwijaya, seperti rute Jakarta-Makassar-Jayapura-Biak.Sebelumnya Toto menuturkan pembelian pesawat Embraer tertunda karena alasan tertentu, dan bukan hanya sekedar soal harga.Kedatangan pesawat baru itu juga dimaksudkan untuk mengembangkan layanan Business Class Sriwijaya dan pengembangan rute baru seperti Merauke dan Timika dalam waktu dekat.Toto mengungkapkan pihaknya memfokuskan pengembangan pasar ke wilayah timur Indonesia karena pertumbuhannya masih tinggi yaitu mencapai lebih dari 20persen."Dari sisi cost, penerbangan jarak jauh seperti ke Papua juga menguntungkan karena pengeluarannya jadi lebih kecil," katanya.Namun demikian, pasar terbesar Sriwijaya Air tetap di wilayah Barat dengan Makassar sebagai titik tengahnya, sebesar 70persen.Ketika disinggung mengenai investasi yang dibutuhkan untuk membuka rute baru di Papua, Tot mengungkapkan pengeluaran kebanyakan untuk pengadaan pesawat, pembangunan kantor atau gedung, pengadaan sumber daya manusia, dan riset. (arh)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Arif Pitoyo

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top