Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MIGASProduksi minyak & gas capai 2,409 juta boepd

 
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  13:30 WIB

 

Produksi migas per 30 April 2012

ProduksiVolume
Minyak881.267 bph
Gas8.576 MMscfd

Sumber: BP Migas

 

 

 

JAKARTA: Produksi minyak dan gas bumi nasional per 30 April 2012 mencapai 2,409 juta barel ekuivalen minyak per hari (boepd), melampaui produksi migas pada waktu yang sama di 2011 sebesar 2,401 juta boepd.

 

Pencapaian produksi migas hingga 30 April tahun ini, terdiri dari minyak sebanyak 881.267 barel per hari (bph) dan gas 8.576 MMscfd.

 

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengatakan tren produksi migas dapat dipertahankan, bahkan meningkat sejalan dengan berproduksinya lapangan baru.

 

“Untuk [produksi] minyak, dengan capaian tersebut, rata-rata produksi tahunan dapat mencapai 904.000 barel per hari,” ujarnya hari ini, Rabu 23 Mei 2012.

 

Sepanjang tahun ini, jelasnya, terdapat 27 proyek minyak yang mulai berproduksi dengan tambahan produksi minyak sebanyak 14.734 bph. Beberapa proyek tersebut, di antaranya dari Lapangan Wortel 3 dan 4 yang dikerjakan oleh Santos dan Sumur North Klalin-01 oleh PC Bermuda.

 

Bila ditambah dengan pengeboran sumur baru dan pemeliharaan sumur, imbuhnya, BP Migas memprediksikan produksi maksimal akan mencapai 921.000 bph pada September dan Oktober tahun ini.

 

Sementara itu, untuk proyek gas, lanjutnya, juga ada tambahan produksi sebesar 300 MMscfd dari Lapangan Terang Sirasun Batur dengan operator Kangean Energy.

 

Priyono mengungkapkan hingga kini terdapat potensi ancaman dan gangguan produksi migas untuk mencapai target pemerintah pada tahun ini. Tidak hanya masalah internal kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), katannya, kebijakan pemerintah daerah juga dapat menghambat kegiatan operasi.

 

Beberapa hal yang berkaitan dengan internal kontraktor, antara lain, penurunan kemampuan reservoir di subsurface, peralatan yang cukup tua untuk mendukung operasi, serta pelaksanaan teknologi enhanced oil recovery (EOR) yang masih terbatas pada lapangan yang sebenarnya memiliki potensi cukup tinggi.

 

Sementara itu, persoalan dengan pemerintah daerah terkait dengan tumpang tindih lahan, perijinan, dan hambatan pembebasan lahan.

 

“Perlu adanya dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah untuk mencapai produksi migas yang ditargetkan,” tutur Priyono. (sut)

 

 

 

BACA JUGA: 

·  BP Siapkan Rp102,3 Triliun untuk Kilang Tanggung·  Investor Wait & See, S&P 500 Naik-Dow Jones Turun·  Harga  Minyak Turun Lagi ke US$91,66·  Spekulasi China Selamatkan Indeks 

READ MORE:

·  Jakarta Stocks Drop 44.94 Points In Morning Session

·  Suzuki Ertiga Orders Soars Over 12,000 Units


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top