Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANAN KOPERASI: Di Balikpapan akan dievaluasi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  15:44 WIB

 

 

BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan mendata ulang dan melakukan evaluasi terhadap koperasi seiring dengan adanya target menjadikan Balikpapan sebagai kota penggerak koperasi pada tahun ini.

 

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Balikpapan Eddy Sudarsih mengatakan melalui pendataan ulang pihaknya akan mengetahui sejauh mana koperasi yang ada, aktif dan yang hanya tinggal namanya saja.

 

“Kalau masih ada kami bina agar menjadi aktif, kalau sudah aktif ditingkatkan lagi. Sementara kalau sudah tinggal papan namanya saja yang berdiri, kami akan dorong untuk dibubarkan saja,” ujarnya, Rabu, 15 Mei 2012.

 

Data sementara hasil evaluasi menyebutkan ada 373 koperasi aktif daro 517 koperasi di Balikpapan. Sebagian besar dari koperasi ini bergerak di unit serba usaha untuk memperbesar omset yang akan berdampak bagi kesejahteraan anggota.

 

Sementara, untuk jumlah koperasi yang tidak aktif mencapai 144 koperasi. Eddy mengungkapkan beberapa penyebab tidak aktifnya koperasi adalah pengurus yang sudah tidak ada lagi, tidak adanya laporan kegiatan usaha dari koperasi serta dasar pendirian koperasi yang hanya mencari keuntungan dana dari pemerintah.

 

Untuk 2 alasan pertama penyebab koperasi tidak aktif, imbuh Eddy, pihaknya akan melakukan himbauan dan pembinaan kepada koperasi. Dia mengatakan pengurus koperasi tersebut perlu diberi pemahaman bahwa mereka dipercayai oleh anggotanya untuk menjalankan roda usaha koperasi.

 

“Memang ada yang beralasan tidak memiliki waktu karena bisnis pribadinya banyak. Untuk itu, kami lakukan pembinaan agar koperasi juga tetap berjalan lancar,” terangnya.

 

Sementara untuk koperasi yang sudah tidak jelas keberadaannya, pihaknya berencana untuk melakukan pembubaran karena tidak ada dampak positif bagi anggotanya. Kebanyakan koperasi seperti ini mengalami kegagalan akibat mindset yang salah tentang koperasi sehingga hanya mengharapkan bantuan modal dari pemerintah.(msb)

 

BACA JUGA:

11:56 - Dolar AS Keok Di Pasar Asia

10:58 - HARGA EMAS Naik 1,93 Sen Dolar/Gram

06:53 - EDITORIAL BISNIS: Kasus Korupsi Jangan Tertutup Karena Musibah Sukhoi

02:25 - GAGALNYA LADY GAGA: Sold Out Dulu Baru Izin…?

01:55 - BLACK BOX SUKHOI: Ini Rute Perjalanan Panjang Kotak Hitam Setelah Ditemukan

01:46 - FINAL LIGA CHAMPIONS: Ujian Terberat DI MATTEO

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top