Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK MP3EI: Proyek Swasta-Pemerintah Rp403,76 triliun

 
Erlan Imran
Erlan Imran - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  19:18 WIB

 

 

JAKARTA: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat 30 proyek kerjasama pemerintah dan swasta tercantum dalam MP3EI dengan nilai investasi sebesar US$ 44,37 miliar atau sekitar Rp403,767 triliun.

 

Bastary Pandji Indra, Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Kemen PPN/Bappenas mengatakan sebagian besar proyek KPS yang tergabung dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia masih dalam tahap persiapan dan terkendala masalah pembebasan lahan.

 

“Tidak semuanya sudah jalan, kondisinya macam-macam. Ada yang masih persiapan, kebanyakan terkendala pembebasan lahan, tapi ada juga yang sudah jalan,” kata Bastary di Jakarta, 12 Mei 2012

 

Dia menuturkan pemerintah tengah berupaya membereskan persoalan lahan yang menjadi hambatan pembangunan infrastruktur. menurut dia, tidak mudah menyelesaikan konektifitas dan mengelola manajemen infrastruktur dengan sempurna.

 

“Ada beberapa yang memang harus dibenahi. Kalau kita bisa membereskan konektifitas domestik, pasti akan unggul untuk segi yang lain,” ujarnya.

 

Berdasarkan data Bappenas, tercatat 19 proyek KPS yang menjadi bagian MP3EI Koridor Jawa dengan nilai investasi US$11,442 miliar. Sebagian besar proyek di Jawa ialah pembangunan jalan tol dan water supply (proyek penyediaan air).

 

Selain itu, dia menyebutkan terdapat tiga proyek KPS senilai US$4,48 miliar di Kalimantan. Ketiga proyek yakni Pelabuhan Maloy yang baru memulai proses studi, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang terkendala masalah lahan, dan Jalan Kereta Batu Bara Puruk Cahu-Bangkuang yang sudah melalui tender.

 

Di bagian Indonesia Timur, tercatat proyek Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi dengan nilai US$353 juta dan proyek Jalan Tol Nusa Dua-Bandara Ngurah Rai di Koridor Bali-Nusa Tenggara senilai US$196 juta.

 

“Proyek Bitung masih terkendala lahan, sedangkan Nusa Dua sudah mulai konstruksi,” kata Bastary.

 

Sisanya, enam proyek KPS senilai US$27,899 miliar menjadi bagian MP3EI koridor Sumatera. Tiga proyek di antaranya masih mengalami persoalan pembebasan lahan, yakni Jalan Tol Palembang-Indralaya, Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumar, dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

 

“Jembatan Selat Sunda masih dalam proses penyelesaian perjanjian. Sementara Jalan Tol Medan-Binjai sudah mulai konstruksi,” katanya.

 

Terkait rencana pembatalan pinjaman China untuk proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu, Bastary menanggapi pihaknya akan berupaya mencari pembiayaan lain dari investor lokal yang berminat menanamkan modal.

“Kita akan berusaha mencari pembiayaan lain. Investor yang berminat untuk investasi cukup banyak. Intinya harus sharing antara pemerintah dan swasta kalau tidak, tidak akan layak,” ujarnya.

 

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berniat membatalkan rencana penggunaan pinjaman Exim Bank of China untuk tiga proyek infrastruktur, jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan kesepakatan.

 

Tiga proyek yang dimaksud antara lain, Jalan Tol Medan-Kualanamu, Jalan Tol Cisumdawu, dan pembangunan Jembatan Tayan. Menurut Djoko, pinjaman tidak bisa digunakan karena perjanjian pinjaman proyek secara spesifik belum mendapat persetujuan.

 

“Saya sekarang dalam pemikiran tidak usah dipakai saja-lah loan itu, lebih baik pakai APBN [Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara] murni saja,” kata Djoko di Jakarta, Senin(7/5/2012).(msb)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

>>BACA JUGA

Gara-gara JPMorgan, ORANG TERKAYA DI DUNIA merugi US$4,2 miliar

KRONOLOGI JATUHNYA SUKHOI versi Kementerian Perhubungan

KINERJA KUARTAL I/2012: Laba bersih Bakrie Plantations anjlok 64%

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lavinda

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top