Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANALISIS EKONOMI: Naiknya tensi politik di Yunani

JAKARTA: Demokrasi butuh lebih banyak waktu—mungkin itulah apologi para politisi di Yunani, yang tak kunjung memberikan sinyal positif soal keberlanjutan penyelesaian krisis utang Eropa.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  08:31 WIB

JAKARTA: Demokrasi butuh lebih banyak waktu—mungkin itulah apologi para politisi di Yunani, yang tak kunjung memberikan sinyal positif soal keberlanjutan penyelesaian krisis utang Eropa.

 

Sebaliknya, pertemuan hari kedua dua kekuatan politik besar hasil pemilu parlemen Yunani tadi malam, antara yang pro-bailout dan anti-bailout, kembali gagal membentuk pemerintahan baru.

 

Akibat dari kegagalan tersebut adalah naiknya tensi politik yang mencuatkan kekhawatiran akan kian dalamnya krisis utang kawasan, yang berujung pada keluarnyaYunani dari zona Euro.

 

Dan hasilnya, indeks harga saham di Bursa Efek Athena terlempar ke level terendah dalam 20 tahun terakhir. Berikut faktor eksternal & internal situasi ekonomi termutakhir, Rabu 9 Mei 2012.

 

Eksternal

* Wall Street terpuruk, S&P 500 -0,4% ke 1.363,72, terendah dalam sebulan

* Dow Jones -0,6% ke 12.932,09, bertahan di zona merah untuk hari kelima

* Minyak turun lagi ke US$97,15 per barel, emas tersungkur 2,1% ke US$1.604,5 per ounce

* Komoditas lain seperti kedelai, gula, ikut menyelam. Indeks komoditas terburuk sejak Agustus

* Sebaliknya, harga obligasi AS, juga dolar terus menguat, 0,4% terhadap mitra utamanya.

* Dan perlemahan nilai tukar Euro terus berlanjut ke US$1,2992, penurunan terlama dalam 3,5 tahun

* Setelah 42 tahun, Australia mengakhiri rezim defisit APBN. Belanja & utang dipangkas 80%.

* Dengan kebijakan itu, Bank Sentral Australia punya keleluasaan untuk menurunkan bunga acuan

* Lapangan kerja di AS per Maret bertambah 172.000, di atas estimasi & tertinggi sejak 2008

* Bursa acuan Asia pagi ini juga ikut terpuruk ke 120,78, terendah dalam 3 bulan

 

Internal

* Harga kontrak gas dalam negeri naik menjadi US$5-6,5 per mmbtu

* Meski dibatasi, kredit valas tumbuh 30,48% per Maret jadi Rp356,9 triliun

* Sebulan jelang pembatasan uang muka, pasar motor sudah terkoreksi

* Realisasi target setoran pajak per April baru 11,31%

* Porsi asing di obligasi korporasi per April naik ke 23,36% (Bsi)

 

BACA JUGA

1. Hati-Hati Ngoceh di Twitter, Nanti...

2. JOHN TRAVOLTA Kesandung Tukang Pijat

3. Bisnis Indonesia Hari Ini: Harga Gas Domestik Akhirnya Dinaikkan

4. REKOMENDASI: Ini Saham Pilihan 5 Sekuritas

5. Wah, 18.030 Orang Dapat Izin Pegang Senjata Api

6. MAFIA ITALIA - Brigade MERAH, Bangkit

7. ROKOK Bukan Penyebab KANKER?

8. Kartini Muljadi Kantongi Rp1 Triliun dari Tempo Scan

9. Liga CHAMPIONS: CHELSEA Bakal Kesulitan Tantang MUNICH?

10. Awas! FBI Sadap Facebook, GMail, YM dan Skype!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top