Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI TEPUNG: Insentif pajak bisa jadi stimulus

JAKARTA: Untuk mengembangkan industri tepung-tepungan berbasis tanaman lokal, pemerintah dinilai perlu memberikan insentif fiskal berupa PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tepung komposit yaitu campuran terigu 80% dan tepung berasal dari tanaman
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  12:17 WIB

JAKARTA: Untuk mengembangkan industri tepung-tepungan berbasis tanaman lokal, pemerintah dinilai perlu memberikan insentif fiskal berupa PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tepung komposit yaitu campuran terigu 80% dan tepung berasal dari tanaman lokal 20%.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) Fransiscus Welirang mengatakan pemberian PPN DTP dapat dihentikan ketika Industri pembuatan tepung berbasis tanaman lokal sudah cukup mapan.

Pemerintah, katanya, tidak sepenuhnya kehilangan PPN karena masih ada pemasukan negara melalui pungutan PPN impor gandum.

“Cara pengontrolan dan pengawasan  pemberian PPN-DTP dapat diberikan melalui beberapa cara, yaitu dari faktur pembeliannya dan dari merek untuk tepung komposite, dimana akan tertera labelling-nya,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, hari ini.

Dia menambahkan pemerintah juga perlu menerapkan harmonisasi tarif terhadap bea masuk terigu agar dinaikkan menjadi 15%, agar terigu murah sekali khususnya terigu impor khususnya dengan harga dumping dapat dibatasi, karena selama keberadaan terigu lebih murah dari semua komoditas sumber karbohidrat, maka tepung-tepungan lain sulit dijadikan pilihan oleh masyarakat, karena harganya lebih mahal dari terigu.

Sementara harmonisasi dari hilir  produk terigu juga perlu dinaikkan diatas bea masuk terigu, misalnya menjadi 20%, agar penyerap atau industri  pengguna dari tepung komposit ini dapat tumbuh berkembang tidak kalah bersaing dengan keberadaan produk impor.

Pemerintah, katanya, harus mengupayakan tersedianya tepung berbasis tanaman lokal yang telah memenuhi standard Food Grade yang dapat dipertanggungjawabkan.          

Usulan kenaikan bea masuk produk turunan terigu juga dapat dipertimbangkan, mengingat  sebagai pengguna terigu komposit juga terjaga dan tidak terganggu keberadaan dari produk impor.

Tepung Komposit yang 20% berasal dari tepung lokal dan 80% dari tepung terigu sebagai media awal dalam pemasaran, dapat menumbuhkan investasi industri tepung lokal yang food grade sebesar 1 juta ton atau 20% dari volume terigu konsumsi nasional, maka Industri makanan berbasis tanaman lokal yang digunakan juga akan tumbuh. (arh)

 

+ Inilah ARTIKEL POPULER PILIHAN REDAKSI BISNIS.COM +

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sepudin Zuhri

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top