Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KERJA SAMA AFTA: Pemerintah & Pelaku Usaha saling tuding soal fasilitas

JAKARTA: Pemerintah menuding pelaku usaha belum mengoptimalkan fasilitas dalam kerja sama perdagangan bebas antara negara-negara Asean, sehingga ekspor Indonesia ke negara di kawasan Asia Tenggara tidak menunjukkan kinerja cemerlang.Wakil Menteri Perdagangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  17:58 WIB

JAKARTA: Pemerintah menuding pelaku usaha belum mengoptimalkan fasilitas dalam kerja sama perdagangan bebas antara negara-negara Asean, sehingga ekspor Indonesia ke negara di kawasan Asia Tenggara tidak menunjukkan kinerja cemerlang.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pelaku usaha perlu meningkatkan pemanfaatan fasilitas dalam kerjasama Asean Free Trade Area (AFTA), sehingga mampu menggenjot ekspor.Fasilitas yang dimaksud adalah surat keterangan asal (SKA) atau certificate of origin form D yang memberikan penurunan tarif menjadi 0%-5% bagi pelaku ekspor.“Sebagian pelaku usaha kita belum bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan di Asean sendiri,” ujarnya, hari ini.Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan nilai ekspor Indonesia ke Asean pada kuartal I/2012 hanya US$7,91 miliar atau turun 8,63% dibanding periode sama tahun sebelumnya.Selain karena pemanfaatan fasilitas AFTA yang kurang, Bayu berujar hambatan nontarif (nontariff barrier) berupa standar untuk produk kosmetik dan herbal yang diterapkan negara-negara Asean turut menjadi penyebab penurunan ekspor.“Mereka menerapkan itu dalam rangka perlindungan konsumen. Tarif sudah tidak menjadi isu. Yang banyak justru faktor-faktor nontarif dan mereka membuat standar yang cukup berat,” jelasnya.Namun, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami mengatakan penurunan ekspor ke Asean berkaitan dengan ekspor ke Singapura yang merosot karena pertumbuhan ekonomi melambat. Pada 2011, pertumbuhan ekonomi negeri jiran itu hanya 4,8%.“Begitu ekonomi dunia goncang, Singapura yang pertumbuhan ekonominya begitu bergantung pada perdagangan luar negeri, terpengaruh juga. Ini mempunyai correlation semua. Ada link-nya,” katanya.Pengurus Kamar Dagang dan Industri, Mintardjo Halim, justru meminta pemerintah menyosialisasikan fasilitas yang bisa didapat eksportir dalam kerangka kerjasama AFTA.“Ini yang banyak pengusaha belum tahu,” ungkapnya.Di sisi lain, impor Indonesia dari Asean pada kuartal I/2012 naik 8,46% menjadi US$7,75 miliar.Bayu menjelaskan sejumlah negara Asean, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand tengah menggenjot ekspor ke Indonesia secara besar-besaran sebagai kompensasi atas pelambatan tahun-tahun sebelumnya.Pertumbuhan ekonomi Singapura pada 2008 sempat minus 10,1% dan naik tipis menjadi 1,3% pada 2009. Demikian pula dengan Malaysia yang sempat mengalami kontraksi dan Thailand yang dilanda banjir besarsehingga pertumbuhan ekonominya merosot.“Indonesia sekarang menjadi pasar terbesar Asean karena pertumbuhannya yang masih di atas 6% dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mengalihkan ke Indonesia karena kesulitan ke pasar dunia,” ujarnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top