TRANSPORTASI UDARA: Semua maskapai masih ogah terbang ke Puncak Jaya

TIMIKA: Seluruh maskapai penerbangan baik perintis maupun komersial hingga saat ini masih enggan melayani penerbangan ke Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pascapenembakan terhadap pesawat twin otter milik maskapai Trigana Air beberapa waktu
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 April 2012  |  09:01 WIB

TIMIKA: Seluruh maskapai penerbangan baik perintis maupun komersial hingga saat ini masih enggan melayani penerbangan ke Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pascapenembakan terhadap pesawat twin otter milik maskapai Trigana Air beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Mimika John Rettob di Timika mengakui hingga saat ini seluruh maskapai penerbangan baik perintis maupun komersial belum berani terbang ke Mulia karena trauma psikologis.

"Penerbangan baik perintis maupun komersial ke Mulia selama ini dilayani dari rute Jayapura, Timika, Nabire, dan Wamena," ujarnya, Senin 30 April 2012.

Kepolisian ataupun Pemda Puncak Jaya sudah memberikan jaminan soal kondisi keamanan di Bandara Mulia, tetapi pilot dan semua operator penerbangan belum memberikan jawaban karena mereka mengalami trauma psikologis. "Kita semua tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung," kata John.

Menurut dia, wilayah Mulia dan sekitarnya hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara. Meskipun ada ruas jalan darat dari Wamena, jalur tersebut kurang diminati warga karena kondisinya yang sangat rawan.

Berdasarkan laporan yang diterima Dishub Mimika, saat ini persediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Mulia seperti beras dan lain-lain sudah semakin menipis.

"Kami mendapat laporan bahwa saat ini persediaan bahan kebutuhan pokok di Mulia kian menipis. Bahkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain sudah macet," ujar John.

Sebelum terjadi penembakan terhadap pesawat twin otter milik maskapai Trigana Air yang menewaskan satu penumpang dan melukai sejumlah penumpang serta kru pesawat pada Minggu (8/4), penerbangan dari Timika ke Mulia dilayani tiga kali seminggu yaitu satu kali penerbangan perintis dan dua kali penerbangan reguler komersial.

Selain itu, setiap saat juga dilakukan penerbangan dari Timika ke Mulia oleh beberapa maskapai untuk menyuplai bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras. (Antara/ra)

 

>BACA JUGA

-Harga emas menuju keseimbangan baru

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top