BATU BARA: Bukit Asam luncurkan produksi perdana di Peranap

PEKANBARU: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan secara resmi produksi perdana batu bara di Desa Semelinang Tebing, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Jumat (13/4).Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan pengiriman dan penjualan produksi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  17:23 WIB

PEKANBARU: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan secara resmi produksi perdana batu bara di Desa Semelinang Tebing, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Jumat (13/4).Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan pengiriman dan penjualan produksi pertama sekaligus menandai resminya operasi PTBA di Peranap.

Dia mengatakan dalam beberapa waktu ke depan, secara berkesinambungan perusahaan ini akan bersinergi dengan Pemkab Indragiri Hulu untuk mewujudkan pengembangan masyarakat."Di manapun PTBA berada, kami berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui peluang-peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, serta berbagai aspek sosial lainnya," ungkap Milawarma.Selain itu, sebagai BUMN pertambangan, PTBA juga memiliki kewajiban secara regional dan nasional berupa pajak, retribusi dan royalti. Kontribusi ini merupakan sebuah input pendapatan pemerintah dalam menunjang pembangunan.Komisaris Utama PTBA Patrialis Akbar mengatakan Peranap akan dikembangkan layaknya Tanjung Enim di Sumatera Selatan yang juga merupakan wilayah operasi PTBA dimana sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) telah berhasil meningkatkan taraf ekonomi dan sosial masyarakat."Kami sudah membawa perwakilan Peranap ke Tanjung Enim, daerah itu telah berkembang dan masyarakatnya makin makmur. Kami bertekad menerapkan hal yang sama," jelas Patrialis.Patrialis menegaskan tindakan nyata perusahaan yang beroperasi di daerah dalam mengembangkan masyarakat adalah sebuah keharusan.Untuk itu, ia mengimbau agar semua perusahaan yang ada di Indragiri Hulu melaksanakan hal serupa yang seyogianya menjadi kewajiban perusahaan."Kewajiban-kewajiban sosial ini harus dilakukan. Mulai sekarang tidak ada perusahaan di daerah yang tidak melakukan pembinaan dan mengembangkan perekonomian masyarakat. Itu adalah hak yang mesti dibayarkan," ucap Patrialis yang langsung disambut antusias masyarakat dan petinggi Kecamatan Peranap di lokasi tambang.Camat Peranap Ardiansyah Eka Putra mengatakan pengembangan sektor ekonomi dan sosial merupakan hal terpenting yang mesti diperhatikan secara bersama.Dia berharap PTBA mampu meningkatkan sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, menstimulasi sektor bisnis daerah dan mengalirkan bantuan modal."Selain pembangunan fisik, pengembangan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dan diharapkan. Kami di sini berharap dengan adanya PTBA, taraf ekonomi dan sosial masyarakat dapat ditingkatkan," lanjutnya.Cadangan batu bara sampai 40 tahunMenurut Milawarma, di kawasan pertambangan Peranap terdapat setidaknya sumber daya batu bara  sebesar 792 juta ton dengan cadangan tertambang 367 juta ton. Angka tersebut akan memasok hasil tambang selama 40 tahun."Kami memperkirakan kapasitas produksi sekitar 10 juta per tahun dan secara bertahap akan ditingkatkan. Dengan demikian, potensi di sini bisa di tambang selama 40 tahun," katanya.Kawasan pertambangan batubara Peranap terdiri dari perbukitan dengan luas sekitar 18.230 hektare. Di lokasi ini dilaksanakan sistem pertambangan terbuka dengan potensi kecelakaan yang kecil. Selain itu, di mulut tambang juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga 2 x 300 MW untuk menunjang aktivitas pertambangan.Di tahap awal, PTBA di Peranap memproduksi 500 ribu ton batu bara dengan India sebagai negara tujuan ekspor utama. Selanjutnya, kenaikan produksi akan digenjot hingga 2016 mendatang di mana perkiraan kemampuan produksi akan berkisar 2,5 juta ton per tahun.Dari hasil kajian yang sudah dilakukan PTBA, batu bara di wilayah ini termasuk jenis yang sangat cocok untuk bahan bakar methanol dan SNG setelah melalui proses gasifikasi. Tingkat kalori batubara Peranap berada pada standar BA 53 (53.000 kilo kalori per kilogram) yang dapat ditingkatkan melalui proses coal upgrading sehingga lebih diminati oleh pasar domestik dan luar negeri. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Zul Azhar

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top