Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand setuju setujui beli karet di atas harga pasar

BANGKOK: Thailand, produsen dan eksportir karet terbesar dunia, setuju untuk membeli persediaan di atas harga pasar untuk meningkatkan harga lokal dan mengakhiri protes petani.Menteri Pertanian Theera Wongsamut menyatakan pemerintah akan menghabiskan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Januari 2012  |  18:15 WIB

BANGKOK: Thailand, produsen dan eksportir karet terbesar dunia, setuju untuk membeli persediaan di atas harga pasar untuk meningkatkan harga lokal dan mengakhiri protes petani.Menteri Pertanian Theera Wongsamut menyatakan pemerintah akan menghabiskan 10 miliar baht (US$315 juta) untuk membeli 200.000 metrik ton karet dan memberikan insentif untuk mendorong petani menebang pohon tua. Tujuannya meningkatkan harga karet domestik hingga 120 baht per kilogram."Pemerintah akan menggunakan mekanisme pasar, memotong pasokan, untuk mendongkrak harga karet. Kami berniat untuk membuat merealisasikan hal itu, mudah-mudahan dalam dua bulan," katanya pada sebuah pertemuan di Bangkok.Theera menengahi dalam kesepakatan dengan perwakilan dari pemilik perkebunan dan pekerja yang berdemonstrasi di provinsi selatan Songkhla kemarin.Mereka berdemo untuk mendesak pemerintah membendung kemerosotan harga karet lokal yang mencapai 29% pada tahun lalu. Provinsi-provinsi selatan Thailand merupakan penghasil sekitar 80% dari total produksi karet negara itu.Harga karet berjangka telah naik 5% tahun ini dan menetap pada 276,8 per kilogram di Tokyo Commodity Exchange hari ini, setelah jatuh 37% tahun lalu di tengah kekhawatiran bahwa memburuknya krisis utang Eropa dapat mengancam permintaan.Menurut Lembaga Penelitian Karet Thailand harga acuan di negara itu naik 0,9% menjadi 106,75 baht per kilogram hari ini.Theera mengatakan pemerintah akan membebaskan bunga atas dana yang dipakai koperasi petani dan Organisasi Perkebunan Karet, sebuah lembaga negara yang mengawasi industri, agar memungkinkan mereka membeli karet di atas harga pasar dan memupuk persediaan. Namun, rencana tersebut membutuhkan persetujuan kabinet.Pemerintah ingin petani menebang pohon tua yang meliputi 64.000 hektar lahan tahun ini, kata Jirakorn Kosaisawe, Direktur Jenderal pada Departemen Pertanian. (Taufikul Basari)(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top