Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Commeta patok pertumbuhan omzet 40%

 
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 29 November 2011  |  15:25 WIB

 

JAKARTA: Raksasa layanan jasa layanan reward point Tanah Air, PT Commeta Niaga Raya, optimistis memenuhi target pertumbuhan tahun ini yang mencapai 25% sekaligus menargetkan peningkatan omzet jasa pada 2012 di atas 40%.
 
Jasa layanan reward point umumnya dimanfaatkan penyedia jasa layanan kartu kredit, perbankan, komunikasi dan consumer good dalam pengembangan loyalitas pelanggan.
 
Septianus Ting, Direktur PT Commeta Niaga Raya, mengatakan pihaknya kini membidik pasar korporat untuk produk  consumer goods dan farmasi atau perusahaan yang ingin mendongkrak penjualannya melalui program reward point setelah sukses mengembangkan sektor perbankan.
 
"Tahun ini kami optimis target pertumbuhan 25% akan tercapai, mengingat masih banyak sektor dan korporat yang belum tergarap. Tahun 2012, saya menargetkan peningkatan omset di atas 40%," katanya. 
 
Kontribusi terbesar berasal dari trading (60%), kemudian diikuti jasa (30%) dan lainnya (10%). 
 
Beberapa customer Commeta di bidang perbankan a.l SCB, ANZ, ABN Amro, Permata, HSBC, Mega, BCA, CitiBank, BII, BNI. Danamon, Mandiri, OCBC NISP, hingga Bank Kesawan. Sementara customer intitusi a.l Semen Tiga Roda, Adira Finance, Telkomsel, Danone, Kapal Api, Toyota, Nokia, Inti Boga Sejahtera, Yamaha, Reckiit Benckiser, Coco cola, GT Radial, Unilever, Kraft, P&G, Esia, Nuticia hingga GE.
 
Sementara itu jaringan merek pendukung Commeta terdiri dari para principal dari berbagai merek sebagai dealer resmi untuk produk-produk elektronik a.l Philips, Sony, Samsung, Sanyo, JVC, Panasonic, LG, Toshiba, Akira, Canon, HP, Sony Ericsson, Nokia, Electrolux, Voucher Carrefoure, dan Voucher MAP.
 
Septianus tidak menampik pesatnya pertumbuhan transaksi perbankan ditandai dengan meningkatnya penggunaan kartu kredit, tabungan dan deposito baik di bank lokal maupun bank asing di Indonesia menyebabkan bisnis jasa layanan reward point laris.
 
"Jasa kami semakin tumbuh seiring berlomba-lombanya perbankan menggaet nasabah dan meningkatkan program loyalitas dengan memberikan reward point untuk pengguna kartu kredit, pembukaan rekening dan deposito," tuturnya.
 
Belakangan ini bukan hanya di perbankan program reward point dikembangkan tapi juga merambah beberapa perusahaan customer goods baik lokal maupun multinasional seperti Semen Tiga Roda, Indofood, Kraft, Unilever, P&G dan lain-lain untuk mendongkrak penjualannya melalui agen-agennya.
 
Septianus mencatat anggaran masing-masing perusahaan sangat bervariasi dengan rata-rata sekitar Rp 20 miliar/tahun tergantung dari target yang ingin dicapai masing-masing perusahaan melalui program reward poin. "Bahkan tahun ini ada entitas bisnis yang menargetkan anggaran hingga Rp40 miliar."
 
Tidak heran, menurut Septianus, bisnis jasa layanan reward point yang digeluti Commeta terus mengalami peningkatan, mengingat belum ada pemain yang memiliki layanan terintegrasi seperti halnya Commeta.(sut)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top