Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi proyek KTI, Bhirawa Steel naikkan produksi

SURABAYA: PT Bhirawa Steel meningkatkan kapasitas produksi besi tulangan menjadi 30.000 ton/bulan dari semula Rp15.000 ton/bulan, melalui peremajaan mesin buatan Italia dengan dana investasi Rp200 miliar. 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 November 2011  |  14:34 WIB

SURABAYA: PT Bhirawa Steel meningkatkan kapasitas produksi besi tulangan menjadi 30.000 ton/bulan dari semula Rp15.000 ton/bulan, melalui peremajaan mesin buatan Italia dengan dana investasi Rp200 miliar. 

 
Peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan perusahaan berbasis di Surabaya tersebut guna mengantisipasi pertumbuhan proyek konstruksi di kawasan timur Indonesia (KTI).
 
Presiden Direktur PT Bhirawa Steel Harry Budi Prasetya mengatakan potensi pasar produk besi tulangan di dalam negeri cenderung meningkat, yang ditandai terus dibangunnya gedung bertingkat maupun infrastruktur terutama di KTI.
 
Menurut dia, ’tantangan’ pasar itu perlu dijawab dengan meningkatkan kapasitas produksi serta memperbanyak ukuran produk besi tulangan sirip dan tulangan polos, melalui peremajaan mesin. Peremajaan terakhir yang dilakukan Bhirawa Steel adalah pada 1996.
 
“Sejak beroperasi mulai 1973, kami terus melakukan peremajaan mesin guna memenuhi kebutuhan pasar besi tulangan. Tahun ini kami melakukan lagi revamping mesin dengan dana investasi Rp200 miliar,” ujarnya di sela-sela syukuran produksi perdana Hot Run Rolling Mill menggunakan mesin terbaru, di Surabaya, hari ini.
 
Mesin buatan NCO dan Simac, Italia, itu disebutkan mampu meningkatkan kapasitas produksi besi tulangan menjadi 30.000 ton/bulan dengan ukuran 6 milimeter hingga 30 milimeter. Di antaranya 70% berupa besi tulangan ulir dan sisanya besi tulangan polos.
 
Mesin tersebut mampu mempercepat produksi hingga 25 M/sec.
Harry menambahkan perusahaan yang mengoperasikan pabrik di Margomulyo, Surabaya, itu sebelumnya hanya berkapasitas 15.000 ton per bulan. Dengan ditingkatkannya kapasitas produksi, maka pemenuhan order dapat dilakukan secara tepat waktu.
 
”Hampir seluruh produk yang kami hasilkan diorientasikan ke pasar domestik, terutama di kawasan Indonesia Timur, sebagian kecil lainnya ditujukan ke Asia Tenggara dan Australia. Kami telah memiliki pelanggan setia,” paparnya. (ln)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top