Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga garam mulai naik

JAKARTA: Harga garam petani menjelang akhir tahun mulai bergerak naik hingga ke level Rp550-Rp650 per kg salah satunya akibat dari rendahnya realisasi produksi.Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) Faisal Badawi mengharapkan
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 24 November 2011  |  16:32 WIB

JAKARTA: Harga garam petani menjelang akhir tahun mulai bergerak naik hingga ke level Rp550-Rp650 per kg salah satunya akibat dari rendahnya realisasi produksi.Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) Faisal Badawi mengharapkan tren peningkatan harga bisa terus terjadi hingga menyentuh Rp750 per kg pada semester I/2012.Produksi garam pada tahun ini diperkirakan sekitar 800.000 ton atau tidak mencapai target yang dicanangkan yakni 1,4 juta ton.Pada September harga garam tercatat sebesar Rp400 per kg hingga Rp450 kg, yang dinilai cukup rendah karena banjirnya produk impor.“Meningkatnya harga garam [menjelang akhir tahun ini] diantaranya karena para perusahaan garam beryodium berskala besar menaikkan harga pembelian, permintaan dari perusahaan garam skala kecil meningkat, permintaan pasar retail meningkat tajam, volume produksi yang jauh dari target, dan intervensi dari pemerintah,” kata Faisal, sore ini.Sebelumnya, pemerintah mengimbau agar PT Garam, sebagai produsen garam, tidak membeli garam petani dengan harga rendah seperti yang dilakukan oleh tengkulak.Faisal menuturkan pada tahun depan diharapkan petani bisa bisa sermakin banyak memproduksi garam dengan tujuan meraih lebih banyak pendapatan, sekaligus mengharapkan harga tidak mengalami penurunan.“Diharapkan tahun depan produksi garam bisa mencapai 1,4 juta ton atau lebih banyak dari posisi 2009 yakni 1,2 juta ton. Tahun ini target produksi tidak bisa tercapai karena kondisi alam yang tidak memungkinkan. Sebetulnya, semakin banyak produksi akan berdampak pada pendapatan semakin besar,” jelasnya.Garam menjadi komoditas yang cukup sering diperbincangkan baru-baru ini terutama antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP), terkait masalah impor.Berdasarkan catatan Bisnis, Kemendag pada tahun ini menerbitkan izin impor garam konsumsi sebanyak 1,04 juta ton. Realisasi hingga pertengahan Agustus mencapai 923.756 ton atau 88,82% dari kuota tersebut.Di sisi lain, Kementerian KP menargetkan Indonesia pada tahun ini mencapai swasembada garam konsumsi.Dalam Rapat Dengar Pendapatan antara Komisi IV DPR dengan Kementerian KP, yang berlangsung belum lama ini, diusulkan bahwa tiga kementerian terkait impor garam harus melakukan rapat gabungan.Ketua Komisi IV DPR Romahurmuzy mengatakan rapat gabungan yang harus dilakukan oleh Kementerian KP, Kemendag, dan Kementerian Perindustrian, diperlukan guna membahas perbatasan impor garam sebagai strategi mencapai swasembada garam.Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan pihaknya siap untuk menggelar rapat gabungan tersebut bersama dengan pihak terkait lainnya.“Untuk Kementerian KP sendiri, kewajiban saya untuk menolong produksi garam dalam negeri,” jelas Menteri saar RDP itu.Adapun pemerintah pada tahun ini telah menganggarkan Rp90 miliar untuk mendorong industri garam dalam negeri. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top