Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor hanya dibatasi untuk ikan subtropis

 
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 22 November 2011  |  20:05 WIB

 

JAKARTA: Keenterian Kelautan dan Perikanan hanya membatasi impor ikan  untuk jenis ikan subtropis. 
 
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo menuturkan pihaknya harus menyikapi persoalan bahan baku industri ikan dengan realistis dan bijaksana. 
 
"Saya tidak akan mengimpor ikan-ikan yang sudah ada, saya tidak akan ke sana [impor ikan yang sudah ada di dalam negeri]," katanya saat rapat dengar pendapat KKP dengan Komisi IV DPR, hari ini.
 
KKP saat ini melakukan pembatasan Importisasi secara ketat, selain mengatur tata laksana importisasi ikan KKP  juga membatasi pintu masuk bagi produk perikanan dari luar negeri ke dalam wilayah negara Indonesia. 
 
Pintu masuk yang diperbolehkan oleh permerintah bagi produk hasil perikanan saat ini adalah Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, serta
Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar. 
 
Selain kelima pintu masuk laut, pintu masuk lain yang diperkenankan adalah Pos Lintas Batas Entikong, serta seluruh pelabuhan udara internasional yang ada di Indonesia.
 
Selain mengawasi mutu produk hasil perikanan, peruntukan importasi ikan
juga dibatasi agar pasar dalam negeri tidak terganggu dengan adanya
pemenuhan bahan baku produksi bagi industri perikanan. 
 
Pembatasan importisasi yang dilakukan oleh pemerintah mencakup bagi keperluan re-ekspor, bahan baku industri pengolahan hasil perikanan kaleng dan tepung segar, bahan baku industri pengolahan pemindangan serta untuk bahan baku pengkayaan makanan tertentu. 
 
Selain untuk keperluan bahan baku industri, importasi ikan hanya diperkenankan untuk keperluan pakan atau umpan, bahan baku untuk fortifikasi serta konsumsi hotel, restoran dan pasar modern. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top