Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan siap benahi kebijakan importasi MBM

JAKARTA: Kementerian Pertanian akan membenahi kebijakan importasi bahan baku ternak meat and bone meals (MBM) dengan melepaskan impor komoditi itu asal Amerika Serikat dan Kanada yang sudah tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok selama 3 pekan.Dirjen Peternakan
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 18 November 2011  |  16:44 WIB

JAKARTA: Kementerian Pertanian akan membenahi kebijakan importasi bahan baku ternak meat and bone meals (MBM) dengan melepaskan impor komoditi itu asal Amerika Serikat dan Kanada yang sudah tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok selama 3 pekan.Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo mengatakan pemerintah sempat menahan MBM impor asal AS dan Kanada selama 3 pekan di pelabuhan, karena pemerintah akan melakukan persetujuan ulang (re approval) kedua negara soal importasi bahan baku ternak tersebut.“MBM sedang saya rapikan, ada beberapa SPP [Surat Persetujuan Pemasukan] dari AS dan Kanada saya tahan dulu sudah 3 pekan, karena negara tersebut akan saya re approval, tetapi Menteri Pertanian tidak mengizinkan saya berangkat ke AS dan Kanada. Tim audit juga belum diizinkan,” ujarnya, hari ini.Dia menuturkan hari ini Menteri Pertanian Suswono telah memerintahkan kepada Dirjen Peternakan untuk melepaskan MBM impor itu yang sudah tertahan selama 3 pekan. “Saya sudah perintahkan Direktur Kesehatan Hewan Kementan untuk melaksanakan perintan menteri.”Meat and bone meal adalah tepung dari daging dan tulang yang digunakan untuk pakan ternak.Impor bahan baku pakan ternak meat and bone meals (MBM) pada tahun ini diprediksi mencapai 250.000 ton naik 25% dibandingkan dengan tahun lalu 200.000 ton didorong oleh pertumbuhan unggas.Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan kebutuhan bahan baku pakan ternak meat and bone meal (MBM) pada tahun ini diperkirakan mencapai 250.000 ton naik 50.000 ton dibandingkan dengan tahun lalu 200.000 ton."Seluruh MBM masih diimpor dari Kanada dan Amerika Serikat sekitar 60%, sedangkan 40% MBM didatangkan dari Australia dan Selandia Baru," ujarnya, hari ini. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top