Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTB tak pakai APBD untuk beli 7% saham Newmont

JAKARTA: Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengkaji opsi untuk membeli 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara tanpa harus melibatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.Dirut PT Daerah Maju Bersaing Andy Hadianto mengatakan perseroan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 November 2011  |  14:42 WIB

JAKARTA: Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengkaji opsi untuk membeli 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara tanpa harus melibatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.Dirut PT Daerah Maju Bersaing Andy Hadianto mengatakan perseroan mengkaji dua opsi, yaitu memakai uang sendiri atau menggandeng mitra seperti saat membeli 24% saham divestasi Newmont terdahulu.“Kami belum putuskan. Kami akan ambil risiko yang paling kecil, yang jelas tidak boleh menggunakan uang APBD sepeser pun,” ujarnya dalam satu diskusi di Jakarta hari ini.PT Daerah Maju Bersaing adalah BUMD patungan antara Provinsi NTB (40%), Kabupaten Sumbawa Barat (40%) dan Kabupaten Sumbawa (20%).Daerah Maju bersama salah satu perusahaan Grup Bakrie yakni Multi Capital telah membentuk perusahaan patungan PT Multi Daerah Bersaing yang saat ini memiliki 24% saham Newmont.Perinciannya, Daerah Maju memiliki 25% dari 24% saham Newmont atau setara 6%, lalu Multi Capital memiliki 75% dari 24% saham Newmont atau setara 18%.Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik sudah menyatakan dirinya telah menerima surat dari Komisi VII DPR yang meminta Menteri ESDM dan Menkeu agar meneyrahkan 7% saham divestasi Newmont ke pemda.Berdasarkan pernyataan itu, meski Menkeu belum menyatakan mundur dari pembelian 7% saham divestasi NNT, namun pemda sudah menyiapkan diri untuk membeli 7% saham divestasi tersebut.Andy mengatakan jika pemda menggandeng mitra, paling tidak pemda akan menggunakan skema kerja sama seperti dengan Multi Capital, artinya pemda 25% sementara mitra 75%.Tawaran termahalMeski demikian, hingga belum ada satu pun mitra yang berminat menjadi partner pemda. Sementara itu, Multi Capital sendiri sudah menyatakan tidak berminat membeli 7% saham divestasi Newmont.“Saat ini belum ada yang berminat. Kami menunggu kalau ada yang mau bermitra dengan kami. Ini bukan tender, jadi kami bukan cari yang paling murah, tapi kami cari tawaran paling mahal,” ujarnya.Menurut Andy, jika ada mitra yang menawarkan skema kerja sama lebih dari 25% : 75%, misalnya porsi pemda lebih tinggi menjadi 30%, maka pemda senang hati menerima.Andy menceritakan dulu pemda hanya menanamkan modal Rp500 juta saat membentuk Daerah Maju. Namun, kini pemda sudah bisa memanfaatkan dana hampir US$72 juta dari kepemilikan saham 6% di Newmont.Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas menyarankan sebaiknya pemda tidak menggandeng mitra dan membeli 7% saham Newmont dengan uang sendiri.Meski pemda mengaku tidak memiliki uang, setidaknya ada dua cara agar pemda bisa membeli dengan uang sendiri.Pertama, pemda bisa mencari pinjaman dari perbankan atau sumber lain sedangkan cara kedua, pemda bisa menerbitkan surat utang. Namun, kedua cara itu harus mendapat jaminan dari pemerintah pusat. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top