Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Medvedev minta bantuan SBY soal proyek KA

HONOLULU, AS: Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  membantu realisasi pembangunan rel kereta api di Kalteng oleh Russian Railway. Dalam pertemuan bilateral RI-Rusia di sela-sela kegiatan KTT APEC 2011,
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 13 November 2011  |  15:18 WIB

HONOLULU, AS: Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  membantu realisasi pembangunan rel kereta api di Kalteng oleh Russian Railway. Dalam pertemuan bilateral RI-Rusia di sela-sela kegiatan KTT APEC 2011, Medvedev kembali menegaskan minat perusahaan KA terbesar di Rusia itu untuk membangun rel kereta pengangkut hasil sumber daya alam di Kalteng dengan investasi US$2 miliar-US$3 miliar. "Presiden akan segera berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah untuk mencari solusi terbaik untuk kepentingan pusat dan daerah," kata Mendag Gita Wirjawan hari ini kepada pers setelah pertemuan bilateral RI-Rusia di Honolulu, Hawai, AS. Presiden Yudhoyono dalam pertemuan bilateral tersebut didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat. Russian Railway telah menyatakan kesiapannya untuk membangun rel kereta, mengingat dananya sudah ada, teknologinya sudah siap, dan tinggal  pengerjaannya saja. Namun  pengerjaan pembangunannya tidak kunjung terealisasi, mengingat adanya pandangan yang berbeda antara pusat dan daerah. "Ini tergantung klarifikasi gubernurnya juga. Ada pandangan agak beda dengan pandangan pemerintah pusat. Ini yang harus disisir," kata Gita. Apalagi mengingat, ujarnya, dana investasi yang akan ditanamkan Russian Railway nilainya cukup besar, yaitu US$2 miliar-US$ 3 miliar. (tw)  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top