Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres:Perbaikan sistem logistik mendesak

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono mengatakan perbaikan sistem logistik nasional tinggal melakukan aksi nyata, karena kebutuhannya sudah mendesak apalagi sudah banyak konsep dan rencana yang dirancang.
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 10 November 2011  |  20:36 WIB

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono mengatakan perbaikan sistem logistik nasional tinggal melakukan aksi nyata, karena kebutuhannya sudah mendesak apalagi sudah banyak konsep dan rencana yang dirancang.

 
"Kalau topiknya logistik tidaklah banyak yang harus kita dibicarakan lagi, yang penting action sebenarnya. Dalam waktu jangka pendek," katanya saat membuka Logistic Summit 2011 hari ini.
 
Wapres mengatakan pemerintah sudah menyediakan sejumlah dana hingga 2014 mendatang untuk memperbaiki sistem logistik nasional, baik transportasi darat, udara, laut, maupun angkutan kereta api.
 
Namun, peran pemerintah saja belum cukup untuk mempercepat perbaikan sistem logistik nasional. Dibutuhkan peran BUMN dan perusahaan swasta termasuk dunia usaha untuk berpartisipasi dalam meningkatkan peringkat sistem logistik nasional.
 
"Niat pemerintah bener-bener tulus untuk bekerjasama antara pemerintah dan dunia usaha untuk membangun sistem logistik dan transportasi yang baik, syaratnya harus win-win. Ini adalah landasan yang paling baik untuk kerjasama yang lebih panjang," kata Boediono.
 
Wapres mengemukakan rendahnya sistem logistik nasional ini sangat berdampak pada daya saing dan sistem ekonomi nasional. Perbaikan sistem logistik nasional yang bisa yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia akan mengintegrasikan perekonomian nasional.
 
Suatu saat, kata Boediono, dengan sistem logistik yang baik, maka harga semen di Papua tidak lagi harus dijual dengan Rp1,2 juta per sak ukuran 50 kg. Harga ini sangat jauh dibandingkan harga semen di Jakarta Rp70.000 per sak.
 
"Hal seperti ini berlaku untuk bemacam-macam barang yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan," katanya.
 
Wapres mengakui sistem konektivitas domestik Indonesia masih banyak yang bolong-bolong, sehingga ekonomi nasional juga terpotong-potong.
 
Boediono mengatakan pemerintah siap menerima masukan langkah kongkret untuk memperbaiki sistem logistik nasional. Pemerintah sudah mempunyai rencana kerja hingga 2014, dan semuanya bisa dikerjakan secara bersama dengan dunia usaha. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top