Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Cisumdawu dan Soroja perlu ditangani pemerintah

BANDUNG  : Kadin Jabar menyarankan agar pembangunan dua ruas tol di Jabar direalisasikan langsung oleh pemerintah sepenuhnya menyusul tidak adanya pihak swasta yang siap mengerjakan proyek tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 November 2011  |  17:25 WIB

BANDUNG  : Kadin Jabar menyarankan agar pembangunan dua ruas tol di Jabar direalisasikan langsung oleh pemerintah sepenuhnya menyusul tidak adanya pihak swasta yang siap mengerjakan proyek tersebut.

 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar bidang Investasi dan Perdagangan Johnny Andhela mengatakan, sejauh ini upaya pemerintah untuk menjual proyek pembangunan ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) selalu kandas di tengah jalan.

 

“Kalau memang ingin merealisasikan pembangunan dua ruas tol ini, harus ada inisiatif dari pemerintah untuk menanggung biayanya karena kalau dijual ke swasta sulit teralisasi,” kata Johnny kepada Bisnis, hari ini.

 

Tidak adanya pihak ketiga yang berminat membangun dua ruas tol ini karena investor menganggap keduanya bukan sasaran penanaman modal yang seksi.

 

Dia menjelaskan, upaya pemerintah untuk terus menawarakan proyek ini kepada investor akan terasa sia-sia karena investor lebih memilih menyimpan uangnyta di sekotr usaha lainnya yang lebih menguntungkan.

 

Johnny mengemukakan, dua ruas tol tersebut belum terbukti menjadi jalur lalu lintas yang ramai dilalui, sehingga investor berpikir dua kali untuk berinvestasi di jalan tol yang sepi kendaraan.

 

“Kalau dihitung secara ekopnomi oleh investor, mereka pasti menarik diri karena kedua jalur tersebut belum bisa menjanjikan keuntungan,” jelasnya.

 

Pemerintah kembali menawarkan enam proyek pembangunan jalan tol strategis senilai Rp19,068 triliun dengan skema public private partnership (PPP) dalam dalam pameran konstruksi yang akan digelar pada 23-25 November 2011 di Jakarta.

 

Keenam proyek pembangunan tol tersebut a.l ruas tol Cisumdawu senilai Rp5 triliun, Soroja (Rp918 miliar), Binjai-Medan (Rp1,2 triliun), Kuala Namu-Tebing Tinggi (Rp1,75 triliun), Pekanbaru-Kandis-Dumai (Rp8 triliun), dan Pandaan-Malang (Rp2,2 triliun).

 

“Kalau memang mau dipaksakan menggunakan skema PPP, pemerintah harus bisa memberikan jaminan keuntungan dan kejelasan aturan main pada swasta yang akan membangun tol Cisumdawu dan tol Soroja,” terangnya.

 

Dari enam ruas yang ditawarkan tersebut, hanya ruas Pandaaan-Malang yang tidak mendapat dukungan dari pemerintah, karena dinilai sudah sangat feasible dan diminati swasta karena potensinya yang cukup besar dari sisi bisnis.

 

Sementara tol Cisumdawu telah mendapatkan kepastian pendanaan sebesa Rp1,6 triliun dan akan dikucurkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012.

 

Luas areal lahan yang telah dibebaskan untuk proyek jalan tol Cisumdawu mencapai 660 hektare atau 80% dari total kebutuhan lahan seluas 825 hektare, sementara tol Soroja sepanjang 10,5 kmakan dilakukan bertahap pada 2011 senilai Rp199 miliar dan Rp247 miliar pada 2012 dengan luas lahan total 95 hektare.

 

Sebelumnya, PT Jasa Sarana segera menyelesaikan kegiatan pembebasan lahan untuk ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan tahap II sepanjang 17,5 km pada 2012.

 

Dirut Jasa Sarana Soko Sandi Buwono mengemukakan perusahaan telah menyiapkan dana Rp300 miliar untuk pembebasan lahan yang didapatkan dari perbankan.

 

Ruas tol Cisumdawu tahap II melalui Rancakalong-Sumedang. Ruas tol itu akan menyisir jalur Cadas Pangeran  yang semakin hari kian padat.

 

Pembebasan lahan ruas tol seksi II dilakukan oleh dua pihak yaitu oleh Jasa Sarana dengan porsi 70%, serta pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten setempat sebesar 30% dengan dukungan dana APBN dan APBD. (api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Irvan Christianto

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top