Laju ekonomi Surakarta melambat

SOLO: Perekonomian di wilayah eks Karesidenan Surakarta selama semester I 2011 tumbuh melambat dibandingkan dengan semester sebelumnya.Kajian Bank Indonesia menunjukkan, di sisi permintaan, konsumsi dan investasi selama semester I 2011 mengalami perlambatan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  11:52 WIB

SOLO: Perekonomian di wilayah eks Karesidenan Surakarta selama semester I 2011 tumbuh melambat dibandingkan dengan semester sebelumnya.Kajian Bank Indonesia menunjukkan, di sisi permintaan, konsumsi dan investasi selama semester I 2011 mengalami perlambatan pertumbuhan, sementara ekspor tumbuh meningkat."Perlambatan pertumbuhan ini karena daya beli masyarakat yang stagnan,"ujar Tigor Silalahi, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Solo, saat menjelaskan hasil Kajian Ekonomi Regional Soloraya Semester I 2001, di Hotel Sunan, pagi ini.Di sisi lain, lanjut Doni, pertumbuhan nilai ekspor lebih karena adanya kenaikan harga di pasar global, bukannya oleh peningkatan volume."Ini harus diwaspadai, karena volume ekspor justru menurun."Ekspor keluar negeri mendapat tantangan perlambatan ekonomi negara maju, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, serta penyelesaian krisis utang Eropa yang berlarut-larut.Soal melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, BI mengkaji berdasarkan sejumlah indikator, yakni indeks penjualan riil, pendaftaran mobil dan sepeda motor baru, konsumsi listrik serta kredit konsumsi perbankan."Pendaftaran mobil baru hanya tumbuh 15,4% sementara sebelumnya mencapai 35,3%. Untuk motor malah turun 4,67%,"papar Peneliti Muda Ekonomi BI, Mega. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Y. Bayu Widagdo

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top