Bulog Nego Dengan Thailand Soal Impor Beras

JAKARTA: Pemerintah melalui Perum Bulog tengah bernegosiasi dengan Thailand untuk merealisasikan kesepakatan impor beras yang terancam batal disebabkan keluarnya kebijakan negara Gajag Putih itu untuk menaikkan harga beli di tingkat petani dan mengurangi
- Bisnis.com 28 September 2011  |  15:37 WIB

JAKARTA: Pemerintah melalui Perum Bulog tengah bernegosiasi dengan Thailand untuk merealisasikan kesepakatan impor beras yang terancam batal disebabkan keluarnya kebijakan negara Gajag Putih itu untuk menaikkan harga beli di tingkat petani dan mengurangi ekspor beras.Mendag Mari E. Pangestu mengatakan wakil kemendag bersama Bulog terus melakukan penjajakan agar impor beras dari Thailand tetap bisa dilakukan karena sudah ada kesepakatan kontrak dengan pemerintah Thailand sebelumnya."Masih nego soal harga. Ada kotrak yang telah disepakati oleh pemerintahan yang lama. Apakah kontrak ini masih efektif berlaku atau tidak," ujarnya di Istana Presiden, hari ini. Pemerintah baru Thailand membuat kebijakan menaikan harga pembelian di tingkat petani.Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan bisa saja pemerintah mencari negara eksportir beras lainnya untuk memenuhi kekurangan stok beras nasional.Menurut dia, India, Pakistan, dan Vietnam bisa menjadi alternatif negara asal impor sehingga tidak perlu menjadi kecemasan yang berlebihan atas kemungkinan terhambatnya impor dari Thailand.Sejauh ini, katanya, impor beras dari Thailand masih memungkinkan karena sudah ada kontrak antar pemerintah yang mestinya dipenuhi oleh kedua negara.Dalam hal ini, menurut dia, persoalan mungkin lebih kepada harga yang perlu dibahas lagi menyusul kebijakan pemerintah negara itu yang akan menaikan harga pembelian gabah di tingkat petani.Selain itu, katanya, pemerintah memiliki kebijakan sendiri untuk menjaga stabilitas harga pangan agar jangan terlalu berat bagi rakyat. "Jangan karena Thailand tak bisa dibilang harga akan naik. Kami punya kebijakan tersendiri untuk melakukan stabilisasi harga pangan. Kita produser beras bukan pengimpor beras," ujarnya secara terpisah.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top