Meski krisis global, BI bisa turunkan bunga acuan

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 September 2011  |  17:31 WIB

 

JAKARTA: Bank Indonesia masih membuka peluang untuk penurunan suku bunga acuan kendati kondisi ekonomi global saat ini masih bergejolak. Namun, pemangkasan BI Rate masih menunggu momentum yang tepat.
 
Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kajian Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi akan mendorong inflasi menurun, sehingga ruang pemangkasan suku bunga masih ada.
 
“Direction [arahnya] masih ke sana [bunga turun]. Hasil RDG [rapat dewan gubernur] dampak global menurunkan pertumbuhan ekonomi. Tapi inflasi akan rendah juga,” ujarnya di Jakarta, hari ini.
 
Menurut dia, dari hasil rapat dewan gubernur masih ada peluang untuk menurun. Namun, sambungnya, bank sentral masih mencari peluang yang tepat. “Hasil RDG kemarin memang ada ruang gerak dan possibility suku bunga [menurun]. Hanya masalah timing [waktu] saja.”
 
Apakah penurunan suku bunga tidak akan memperparah pelarian dana asing yang saat ini tengah terjadi? Dia memastikan tidak. Pasalnya penurunan suku bunga seiring dengan ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan inflasi.
 
RDG BI pada awal bulan ini memutuskan untuk mempertahankan bunga BI Rate di level 6,75%, tetapi bank sentral melonggarkan koridor bawah bunga pasar uang antarbank (PUAB) menjadi 150 basis poin dari semula 100 basis poin.
 
Pelonggaran koridor PUAB itu sejalan dengan sinyalisasi untuk memangkas BI Rate. Pasalnya bunga PUAB overnight saat ini jauh di bawah suku bunga acuan, yakni di level 5,5%, padahal BI Rate 6,75%.
 
Perry optimistis angka inflasi pada tahun ini akan di bawah 5%, karena pada Oktober hingga akhir tahun cenderung menurun sesuai dengan faktor musiman. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top