Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangkit listrik koperasi Al-Hanan mulai produktif

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi koperasi mendirikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di wilayah Sumatera Selatan yang telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,3 juta per bulan.Braman Setyo, Deputi Bidang
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:33 WIB

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi koperasi mendirikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di wilayah Sumatera Selatan yang telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,3 juta per bulan.Braman Setyo, Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan fasilitasi diberikan kepada Koperasi Serba Usaha Al–Hanan berupa dana bergulir senilai Rp3 miliar pada 2004. Atas kreatifitas pengurus koperasi, maka mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).”Pembangunan tenaga listrik oleh Koperasi Al-Hanan di Desa Ulu Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatab, tidak termasuk pembuatan jaringan distribusi, karena jaringan itu sejak awal disediakan Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ujar Braman Setyo kepada Bisnis, hari ini.Daya produksi PLTMH tersebut berkapasitas 220 KW, sedangkan beban daya listrik terpakai 80 KW mencapai sekitar 357 kepala keluarga (KK). Ke-357 KK tersebut tersebar di empat desa, masing-masing Desa Ulu Danau, Dsa Sali Paya, Desa Pematang Danau, dan Desa Muara Sindang.Menurut Braman, penjualan PLMTH telah mencapai Rp1,3 juta per bulan, dan operasionalnya dilaksanakan oleh 5 tenaga kerja. Calon pelanggan baru di kawasan tersebut saat ini mencapai 400 KK, karena tarifnya cukup murah, yakni Rp425.000 per KWH.Tingginya daftar tunggu pelanggan, karenas pendapatan masyarakat sekitar masih rendah, dan beklunm mampu membayar pemasangan sarana jaringan distribusi yang ditentukan PLN. Manfaat listrik di daerah tersebut bukan hanya untuk keperluan anak sekolah untuk belajar di malam hari.”Yang membanggakan dari kehadiran listrik di daerah itu, sebagian warga saat ini terdorong mengembangkan sejumlah usaha produktif. DI antaranya dua unit mesin border, pertukangan kayu oleh 9 warga serta bengkel las,” tutur Braman Setyo.Dia mengemukakan masih banyak unit usaha lain yang potensial dikembangkan di daerah tersebut. Namun, karena tenaga listrik masih terbatas, keinginan warga sekitar menjalankan usaha baru, juga masih terbatas jumlahnya.Victoria Simanungkalit, Asisten Deputi Urusan Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha Kementerian Koperasi dan UkM, mengatakan menyusul pembangunan PLTMH di Sumatera Selatan cukup berhasil, pembangunan serupa difasilitasi di Provinsi Sulawesi Selatan.”Kalau di Sumsel dikelola oleh Koperasi Serba Usaha (KSU),  di Sulawesi Selatan dikelola oleh Koperasi Pertanian Batu Ciak, Desa Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan,” paparnya.Lokasi desa yang berdekatan dengan persediaan air, daerah tersebut tepat untuk pembangunan PLTMH. Koperasi ini juga menerima bantuan dari dana bergulir sebesar Rp1 miliar pada 2005. Kemudian dibantu Pemerintah Kabupupaten Enrekang sebesar Rp338 juta.Satu unit PLMTH didukung dua turbin, dan masing-masing berkapasitas 45 KW serta telah melayani sekitar 169 KK. Saat ini tercatat calon pelanggan dalam daftar tunggu sebanyak 273 KK. Pengelolaan kedua PLTMH hingga saat ini berjalan baik.”Kepada kedua koperasi pengelola, kami menyarankan segera berkonsultasi dengan PLN, terkait upaya interkoneksi dengan perusahaan BUMN itu di kedua wilayah tersebut. Selain itu segera memasarkan daya listrik tersisa, agar kapasitas daya terpasang bisa dimanfaatkan secara optimal.”Ke depan, Kementerian Koperasi dan UKM terus meningkatkan fasilitasi terhadap koperasi untuk menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat yang dikelola badan usaha koperasi. Tujuannya, agar koperasi makin berdaya saing dalam eksistensinya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top