Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solaria Masuk ke Agribisnis Kedelai dan Padi

BULUNGAN, Kaltim: Solaria, perusahaan restoran, melalui anak perusahaan PT Nusa Agro Mandiri sudah mulai berbudidaya kedelai dan padi serta ikan air tawar pada lahan seluas 1.950 hektare di kawasan pangan skala luas (food estate) Delta Kayan Kabupaten
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 26 September 2011  |  10:46 WIB

BULUNGAN, Kaltim: Solaria, perusahaan restoran, melalui anak perusahaan PT Nusa Agro Mandiri sudah mulai berbudidaya kedelai dan padi serta ikan air tawar pada lahan seluas 1.950 hektare di kawasan pangan skala luas (food estate) Delta Kayan Kabupaten Bulungan, Kaltim.Direktur PT Nusa Agro Mandiri Aliuyanto mengatakan perusahaan telah mendapatkan lahan melalui hak guna usaha (HGU) 1.950 ha di kawasan food estate Delta Kayan, Bulungan.Dia menuturkan Solaria akan mengembangkan kedelai dan padi untuk kebutuhan sendiri."Tantangan Indonesia sampai sekarang belum dapat mencukupi pangan secara berkelanjutan. Sebenarnya lahan cukup, tetapi mungkin soal penggunaan yang belum maksimal," ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian Suswono saat launching Food Estate Delta Kayan, hari ini.Pemerintah, kata dia, sedang berusaha untuk dapat menambah lahan baru untuk budidaya tanaman pangan.Salah satu alasan Solaria mengembangkan kedelai dan padi, karena selama ini sekitar 70% kedelai diimpor demikian juga dengan beras yang masih diimpor.Pemilihan kedelai dan padi, lanjutnya, karena jika lahan hanya ditanami 1 jenis tanaman, maka kurang maksimal. "Perlu 2 jenis tanaman untuk bergantian sehingga dapat memotong rantai hama."Selain kedelai dan padi, di sekeliling lahan itu, kata dia, akan dibuat tambak ikan tawar yaitu ikan patin dan nila. "Kita sudah mulai tanam di lahan petani."Aliuyanto memaparkan model yang akan dikembangkan ke depan tidak harus pola inti-plasma, tetapi perusahaan akan mengajari petani.Tanaman pangan, kata dia, berbeda dengan komoditas perkebunan yang lebih cocok melalui kemitraan inti-plasma. Hal itu disebabkan petani perkebunan harus menjual produknya ke pabrik, sedangkan petani tanaman pangan diperbolehkan menjual ke mana saja.Selain, Solaria, PT Miwon Indonesia juga akan mengembangkan jagung di Food Estate Delta Kayan di lahan 3.245 ha dengan nilai investasi Rp450 miliar.Sementara itu, dari Badan Usaha Milik Negara adalah PT Sang Hyang Seri (Persero) yang mendapatkan lahan seluas 3.000 ha. Sang Hyang Seri akan menanam padi serta membangun benih padi.Dia berpendapat persoalan pangan di Tanah Air, karena selama ini sebagian besar dikelola oleh petani kecil dengan luas lahan kurang dari 1 ha. Berbeda dengan negara maju yang mengelola pangan melalui swasta dengan luas lahan yang besar seperti di Amerika Serikat. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top