Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perubahan cukai rokok untungkan produsen kecil

JAKARTA: Perubahan klasifikasi tarif cukai yang baru dinilai menguntungkan produsen tembakau skala kecil.Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS) Djoko Wahyudi mengatakan klasifikasi yang baru akan mengurangi selisih harga antara rokok jenis sigaret
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 September 2011  |  14:59 WIB

JAKARTA: Perubahan klasifikasi tarif cukai yang baru dinilai menguntungkan produsen tembakau skala kecil.Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS) Djoko Wahyudi mengatakan klasifikasi yang baru akan mengurangi selisih harga antara rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM).Dia menjelaskan kenaikan tarif cukai SKT tahun depan tidak akan sebesar kenaikan cukai SKM hingga meningkatkan daya saing SKT yang kebanyakan diproduksi oleh pabrik kecil.MPS adalah asosiasi produsen rokok yang mewakili 38 pabrik rokok jenis SKT yang secara total mempekerjakan sekitar 70.000 tenaga kerja.Industri SKT, menurut Djoko, seharusnya lebih dilindungi oleh pemerintah karena menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan dengan industri SKM. "Karena tiap 1.800 pekerja industri rokok, bisa digantikan dengan 1 mesin," ucapnya, hari ini.Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brojonegoro mengumumkan target penerimaan cukai produk tembakau pada 2012 sebesar Rp69,04 triliun.Jumlah tersebut lebih besar 6% dari target tahun ini yang berarti akan ada kenaikan tarif cukai rata-rata 12,2% dari produksi rokok tahunan yang dibatasi sebanyak 268,4 miliar batang. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top