Pendangkalan kolam Pelabuhan Manado dikeluhkan

JAKARTA: Operator kapal penumpang di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, mengeluhkan kondisi pendangkalan kolam pelabuhan sehingga menghambat kelancaran pelayanan. Ketua Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners' Association (INSA)
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 22 September 2011  |  17:08 WIB

JAKARTA: Operator kapal penumpang di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, mengeluhkan kondisi pendangkalan kolam pelabuhan sehingga menghambat kelancaran pelayanan. Ketua Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Manado Steven Nangoy mengatakan kapal-kapal penumpang dan barang sulit memacu pelayanan akibat kondisi kolam yang dangkal. Dia menjelaskan Pelabuhan Manado selama ini digunakan untuk kegiatan pelayanan penumpang dan barang antarpulau. "Kondisi kolam pelabuhan yang dangkal cukup membahayakan kapal," katanya, hari ini. Menurut dia, pendangkalan tersebut sudah mengganggu jadwal berlayar kapal karena kegiatan bongkar muat terpaksa delay hingga tiga jam. Dia meambahkan pada saat surut, kapal tidak bisa keluar dermaga, atau masuk untuk sandar karena kedalaman tinggal 1 meter. "Bahkan kapal sering terapung di laut menunggu air pasang." Untuk menyiasati kondisi itu, sebagian kapal ada yang memilih anchor di luar pelabuhan, sedangkan penumpang dijemput dengan kapal kecil. "Tetapi ini cukup berisiko," ujarnya. Jumlah kolam dermaga di Pelabuhan Manado ada tiga, sedangkan yang dipakai kalangan pemakai jasa sebanyak dua kolam. Adapun jumlah kapal penumpang yang beroperasi mencapai 26 unit. Kapal-kapal tersebut melayani rute Manado-Siau, Manado-Tagulandang, Manado-Ternate, Talaud, Tobelo. "Perintah agar segera mengeruk." (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top