Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Michael Tjoajadi: IHSG masih fluktuatif

JAKARTA: PT Schroder Investment Management Indonesia, manajer investasi terbesar di Indonesia, menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan fluktuatif di kisaran level 3.800--4.000 hingga akhir tahun.Direktur Utama Schroder Indonesia Michael
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 19 September 2011  |  19:02 WIB

JAKARTA: PT Schroder Investment Management Indonesia, manajer investasi terbesar di Indonesia, menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan fluktuatif di kisaran level 3.800--4.000 hingga akhir tahun.Direktur Utama Schroder Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi menilai kondisi tersebut berpotensi terjadi karena kondisi pasar Eropa dan pasar AS masih belum membaik minimal dalam 1 tahun ke depan."Kondisi itu dapat membuat aliran dana ke negara berkembang dan Indonesia masih stagnan di level yang sama, baru tahun depan bisa ada aliran masuk ke Indonesia karena," ujarnya kepada pers dalam acara edukasi pasar modal hari ini.Pemimpin perusahaan manajer investasi dengan total dana kelolaan Rp59 triliun itu juga menilai wajar jika IHSG hanya bertengger di level 3.800--4.000.Menurut dia, posisi indeks saham Indonesia itu pada level yamg tidak terlalu tinggi justru dapat memancing minat dari investor global untuk masuk ke pasar lokal tahun depan.Dia mengatakan posisi di level 3.800--4.000 akan membuat rasio PE indeks saham berada di kisaran level 11 kali--12 kali dan relatif masih menarik bagi investor global. Namun, dia belum dapat memastikan waktu maksimal terjadinya fluktuasi tersebut."Kalau terlalu tinggi, misalnya ke level 4.200, maka rasio PE Indonesia [rasio harga saham terhadap laba bersih/price to earnings ratio] akan sebesar 13--14 kali, lebih besar dari negara lain sehingga jadi kurang menarik." (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top