Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI tawarkan proyek US$210 miliar ke Jepang

TOKYO: Indonesia menawarkan kepada investor Jepang untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur utama meliputi jalan, pelabuhan, bandara, perkeretaapian dan kelistrikan dengan nilai investasi sedikitnya US$210 miliar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Juli 2011  |  08:02 WIB

TOKYO: Indonesia menawarkan kepada investor Jepang untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur utama meliputi jalan, pelabuhan, bandara, perkeretaapian dan kelistrikan dengan nilai investasi sedikitnya US$210 miliar.

Tawaran itu disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam pertemuan tingkat wakil menteri perhubungan kedua negara di Tokyo, Jepang hari ini.

Pertemuan dua hari yang diikuti oleh para pejabat senior sektor perhubungan itu dipimpin langsung oleh Wamenhub Bambang Susantono dan mitranya dari Jepang, Wakil Menteri Perhubungan bidang Internasional, Seichi Ohkuchi.

Menurut Bambang, selain untuk proyek transportasi di kota Jakarta, pihak Jepang juga telah menyampaikan minatnya untuk sejumlah proyek serupa di luar Jakarta.

Bambang menyebutkan salah satu proyek yang diminati pihak Jepang adalah proyek Gerbang Kertasurya di Surabaya. Sejumlah kota lainnya yang dimintai Jepang untuk sektor transportasi perkotaan terrmasuk Medan dan Makassar.

Gerbang Kertasurya meliputi pembangunan jalur rel dan elektrifikasi pada ruas Kandangan-Sidoarjo dan rel jalur ganda serta elektrifikasi antara Lamongan-Porong dan Mojokerto.

Selain itu adalah pengembangan rel jalur ganda dan elektrifikasi dari Waru ke Bandara Juanda serta pengaktifan kembali jalur rel dari Tarik ke Sidoarjo.

Untuk Gerbang Kertasurya mereka (investor Jepang) sudah menindaklanjuti melalui studi, ujar Bambang di sela-sela pertemuan tersebut.

Turut menyampaikan presentasinya pada pertemuan itu , Kepala Biro Perencanaan Santoso Eddy Wibowo, Direktur Bandar Udara Bambang Tjahyono, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kemal Heryandri.

Selain itu, pertemuan itu juga mendengarkan paparan dari Direktur Lalu Lintas Perkeretaapian Asril Syafei, Direktur Keselamatan Kereta Api Hermantyo Dwiatmoko, Deputi PT Angkasa Pura II Rinaldo Janan Aziz serta sejumlah pejabat lainnya.

Pada bagian lain dalam keterangannya, Bambang juga menilai Indonesia mendapatkan banyak mamfaat dari pertemuan kali ini karena Jepang memaparkan cara-cara penanganan darurat di sektor infrastruktur akibat gempa dan tsunami yang melanda negara itu pada Maret lalu.

Yang menarik dari pertemuan kali ini kita mendapatkan pelajaran bagaimana mempersiapkan darurat bencana dalam hal penanganan di sektor transportasi, ujarnya.

Menurut Bambang, pihak Kemenhub akan segera menindaklanjuti cara-cara penanganan darurat bencana terutama akibat hancurnya pelabuhan, bandara dan jalur transportasi darat.

Kami akan tindak lanjuti dengan standard of procedure. Bagamana kalau kita kena bencana. Kami akan serius memperdalamnya, ujar Bambang.

Sementara Wakil Menteri Perhubungan Jepang, Seichi Ohkuchi menyatakan kesamaan kebutuhan sarana dan prasaran antara Indonesia dan Jepang membuat investor negara tersebut berminat untuk berinvestasi.

Kami akan segera mendalami sejumlah paparan yang disampaikan hari ini, ujarnya pada pertemuan itu.

Namun demikian, Ohkuchi menegaskan realisasi investasi Jepang di Indonesia akan sangat tergantung dari prioritas pembangunan itu sendiri.

Selain itu investor Jepang juga membutuhkan kepastian apakah keputusan satu pembangunan sudah sama-sama disepakati antara pemerintah dan parlemen. (ea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top