Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penawaran saham NNT ke Pemda NTB dinilai cukup

JAKARTA: DPR menilai opsi pembelian 1,75% saham PT Newmont Nusa Tenggara ke Pemerintah Daerah Nusa Tenggara adalah tawaran yang baik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Juni 2011  |  09:14 WIB

JAKARTA: DPR menilai opsi pembelian 1,75% saham PT Newmont Nusa Tenggara ke Pemerintah Daerah Nusa Tenggara adalah tawaran yang baik.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan NTB juga harus melihat kondisi keuangan pemprov tersebut dan tidak perlu mempermasalahkan 75% saham diberikan pada pemerintah pusat dan 25% pada pemprov.

Tawaran pemerintah sangat baik, artinya dari 7% pemerintah daerah ambil tetap sama dengan yang lalu, 25% diambil oleh daerah juga, kata Marzuki menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini. Dia juga mengatakan opsi tersebut juga menghindari ada saham yang kemudian dijual kepada pihak swasta. Sebaliknya baik pemerintah pusat dan daerah sama-sama berpikir untuk kepentingan negara.

Kita berpikir untuk kepentingan negara. Artinya 7% itu betul betul dimiliki negara baik pusat maupun daerah. Yang penting daerah tidak dirugikan, kata Marzuki.

Marzuki optimistis permasalahan yang dihadapi pemerintah pusat dan daerah tersebut tidak akan mengalami jalan buntu meski Pemprov NTB menyatakan tetap tidak setuju untuk membeli 1,75% saham NNT.

Terkait dengan surat yang yang dilayangkan DPR terkait terkait keputusan rapat Komisi VII dan XI soal divestasi Newmont, dia mengatakan isinya terkait investigasi masalah mekanisme dalam pembelian saham Newmont. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top