Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsorsium Marubeni sanggah hasil tender PLTU

JAKARTA: Konsorsium Marubeni melayangkan surat sanggahan kepada PT Perusahaan Listrik Negara yang menetapkan konsorsium JPower-Itochu Corp-PT Adaro Energy sebagai calon pemenang tunggal tender PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Juni 2011  |  12:13 WIB

JAKARTA: Konsorsium Marubeni melayangkan surat sanggahan kepada PT Perusahaan Listrik Negara yang menetapkan konsorsium JPower-Itochu Corp-PT Adaro Energy sebagai calon pemenang tunggal tender PLTU Jawa Tengah 2x1.000 MW.

Rahayu Ningsih Hoed, konsultan hukum Marubeni, mengatakan dalam surat tersebut, pihaknya meminta PLN memberikan alasan yang jelas terkait tidak lolosnya Marubeni maupun dua peserta tender lainnya yang dinyatakan tidak lolos syarat administrasi dan teknis.

Kami sudah ajukan sanggahan kemarin ke PLN. Sanggahannya berisi keberatan bahwa tidak ada alasan untuk menyatakan Marubeni tidak lolos administrasi dan teknis. Kami ingin ada transparansi bahwa kami diberi tahu yang mana yang tidak memenuhi syarat teknis, ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis hari ini.

Menurutnya, Marubeni sudah lama beroperasi 50 tahun di Indonesia dan sudah menjadi kontraktor PLN sejak lama. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan saat ini adalah Cirebon Electric Power 1x600 MW yang sedang dalam proses konstruksi.

Selain itu, anggota konsorsium Marubeni yang terdiri dari Marubeni, YTL, Chubu, Kyushu dan Tripatra terbukti memiliki track record yang panjang di sektor kelistrikan.

Dalam tender ini, lanjutnya, Marubeni menawarkan teknologi tinggi yakni teknologi ultra super critical. Marubeni juga mengklaim pihaknya mengajukan harga penawaran yang lebih rendah dari konsorsium J Power.

Rahayu mempersoalkan mengapa PLN tidak mempertimbangkan mana harga penawaran yang paling baik, padahal itu hak PLN untuk mengetahuinya.

Karena Marubeni tidak lolos syarat administrasi dan teknis, jadi itu alasan mereka tidak membuka sampul II (yang berisi harga penawaran). Oleh karena itu sampul kedua tidak dibuka sama sekali, padahal harga kami lebih rendah. Kalau dijumlah, itu signifikan untuk PLN, nilai kerugian PLN bisa besar sekali, ujarnya. (arh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top