Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas, krisis Eropa belum akan pulih tahun ini!

JAKARTA: Pasar tidak yakin krisis Eropa akan pulih pada tahun ini. Peringkat surat utang pemerintah Yunani justru kembali dimasukkan ke kategori sampah. Peluang Inggris untuk kembali jatuh ke resesi bahkan diperkirakan membesar. Fitch Ratings, pada Sabtu,
Anne Rufaidah
Anne Rufaidah - Bisnis.com 16 Januari 2011  |  11:57 WIB

JAKARTA: Pasar tidak yakin krisis Eropa akan pulih pada tahun ini. Peringkat surat utang pemerintah Yunani justru kembali dimasukkan ke kategori sampah. Peluang Inggris untuk kembali jatuh ke resesi bahkan diperkirakan membesar. Fitch Ratings, pada Sabtu, memangkas peringkat surat utang pemerintah sebanyak 1 level menjadi BB+ atau berstatus sampah (junk) dengan outlook negatif. Langkah Fitch ini membuat Yunani kehilangan peringkat investasi terakhirnya.

Moodys Investors Service dan Standard & Poors telah terlebih dahulu menyandangkan status sampah kepada surat utang Yunani. Moodys menurunkan peringkat menjadi Ba1 dari A3 pada 14 Juni 2010 sedangkan S&P memangkasnya dari BBB+ menjadi BB+ pada 27 April 2010.

Oulook negatif oleh Fitch mengindikasikan ada kemungkinan peringkat surat utang Yunani berpeluang dipangkas lagi ketimbang dinaikkan atau dipertahankan. Beban utang pemerintah Yunani dinilai sangat besar dan membuat fiskalnya sangat rentan pada goncangan besar.

Outlook negatif merefleksikan pandangan bahwa sustainabilitas utang pemerintah masih rapuh dan akses lanjutan ke pendanaan pasar masih tidak menentu, tulis Fitch dalam laporan yang dikutip Bloomberg.

Menanggapi keputusan Fitch, Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou mengatakan segala kebijakan yang digelontorkan pemerintah untuk membantu ekonomi mulai memberikan hasil. Dirinya masih optimistis dan terus berusaha agar krisis mereda.

Dia justru menilai perlu dibuat kerangka penilaian baru bagi perusahaan-perusahaan pemeringkat di level Eropa. Seperti diketahui, Yunani telah dibail-out oleh Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) sejak delapan bulan lalu.

Akan tetapi, investor masih meminta spread imbal hasil 807 basis poin untuk surat utang bertenor 10 tahun dibandingkan dengan surat utang Jerman.

Spread sempat mencapai rekor 974 basis poin pada 7 Januari. Lelang surat utang Portugal, Spanyol dan Italia pada pekan lalu sempat menunjukkan hasil positif dan memicu turun imbal hasil surat utang pemerintah Eropa. Spread imbal hasil Spanyol bertenor 10 tahun pernah menyentuh rekor 298 basis poin pada 30 November. (fh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top