Bidik Produksi LNG Hingga 2,125 Juta Ton pada 2026, DSLNG Jaga Stabilitas Operasi

PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menargetkan produksi LNG 2,125 juta ton pada 2026 dengan fokus pada stabilitas operasi dan efisiensi. Pasokan gas aman hingga 2042.
Ilustrasi proyek migas. / dok medcoenergi.com
Ilustrasi proyek migas. / dok medcoenergi.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menetapkan target produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) hingga 2,125 juta ton pada 2026. 

Corporate Communication Manager DSLNG Adhika Paramanandana memaparkan, pihaknya mematok target produksi LNG pada kisaran 2,1 juta hingga 2,125 juta ton pada 2026. Dia mengatakan, perusahaan berfokus pada stabilitas operasional untuk memastikan capaian produksi tetap sesuai rencana.

“Target produksi kami satu tahun ini sebesar 2,1 juta ton, maksimal di 2,125 juta ton," ujar Adhika dalam acara Halal Bihalal dengan Media di Jakarta pada Jumat (10/4/2026).

Adapun, dia mengatakan efisiensi dan keandalan menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut. Hal ini mengingat kilang milik perusahaan menggunakan satu jalur produksi atau single train

Adhika menuturkan, perusahaan berkomitmen menjaga reliabilitas operasional secara optimal.

Adapun, hingga kuartal I/2026, dia menyebut realisasi pengiriman LNG masih sesuai dengan rencana pasar. Pada pasar ekspor, dia menyebut DSLNG telah mencatatkan pengiriman sekitar 8 hingga 12 kargo.

Sementara itu, perusahaan juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan energi domestik melalui skema kargo spot. Adhika menuturkan, penyaluran dilakukan secara fleksibel mengikuti permintaan pasar dalam negeri.

Sepanjang 2025 lalu, DSLNG mengalokasikan delapan kargo LNG untuk pasar nasional dari total produksi sekitar 40 kargo. Penyaluran tersebut dilakukan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebagai pembeli utama.

By request spot kargonya, berapa yang ada, itu yang kita alokasikan untuk nasional, untuk domestik,” kata Adhika.

Dari sisi pasokan hulu, keberlanjutan operasional kilang dipastikan relatif aman dalam jangka panjang. Ketersediaan gas mentah berasal dari Blok Matindok yang dioperasikan Pertamina EP serta Senoro Toili yang dikelola Pertamina-Medco Tomori.

Adhika menyebut masa pasokan gas tersebut diperkirakan masih terjamin hingga 2042 berdasarkan informasi dari SKK Migas.

Ke depan, Adhika mengatakan pasar domestik akan menjadi tulang punggung bagi perusahaan dalam menggenjot kinerja. Hal tersebut karena kontrak ekspor jangka panjang dengan pembeli asal Jepang dan Korea Selatan akan berakhir pada 2027 mendatang. 

Dia menambahkan, saat ini DSLNG masih terikat komitmen dengan tiga pembeli utama dari kedua negara tersebut, yakni JERA, Kyushu Electric, dan Kogas.

Halaman
  1. 1
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro