Bahlil Tegaskan Terus Telusuri Indikasi Bencana Sumatra Gegara Tambang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan belum ada indikasi tambang sebagai penyebab bencana di Sumatra.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025). - Bisnis/Mochammad Ryan H.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025). - Bisnis/Mochammad Ryan H.

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan indikasi aktivitas pertambangan sebagai penyebab bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Menjawab pertanyaan soal dugaan keterkaitan tambang dengan bencana, Bahlil mengatakan bahwa untuk di Sumatra Barat tak ada indikasi tersebut. Hal itu disampaikan Bahlil dalam keterangan pers usai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

“Kalau di Sumatra Barat, itu tidak ada. Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan. Kalau di Sumut, tim evaluasi kita lagi melakukan evaluasi. Jadi nanti setelah tim evaluasi, baru saya akan cek dampak dari tambang ini ada atau tidak,” kata Bahlil.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi bila ditemukan aktivitas pertambangan yang menyalahi aturan.

“Tetapi saya pastikan, kalau ada tambang atau IUP [izin usaha pertambangan] yang bekerja tidak sesuai dengan kaidah aturan yang berlaku, kita akan memberikan sanksi tegas,” ujarnya.

Terkait kabar bahwa bencana di Solok berkaitan dengan proyek geotermal, Bahlil mengatakan, belum mendapatkan laporan lengkap.

“Kalau geotermal itu kan pembangkit listrik, PLTP. Saya belum mengecek sampai ke sana. Tapi nanti kita cek, ya,” katanya.

Status Operasional Tambang Martabe di Tapsel

Bahlil juga merespons pertanyaan mengenai kondisi operasional Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan (Tapsel) pascabencana. Dia mengatakan, telah meninjau lokasi tersebut secara langsung.

“Nah, Martabe itu di Tapsel. Saya kemarin juga mengecek lokasi itu, di Martabe ini tambang emas. Kalinya, sungainya itu kan ada tiga. Ada tiga kali gede, sama kali yang kena banjir ini kali yang sedangnya, yang tengah. Kali yang di Martabe ini yang paling kecil. Tim tambang tetap melakukan evaluasi sampai sekarang. Kemarin saya juga cek, tapi tim kami lagi mengecek sampai selesai baru kami memutuskan,” jelasnya.

Saat ditanya apakah tambang tersebut masih beroperasi, Bahlil menegaskan bahwa operasional sempat dihentikan untuk fokus pada bantuan bencana.

“Kemarin sih enggak berlanjut karena sekarang kemarin saya minta bantu untuk mereka fokus bantu alat-alat mereka bantu saudara-saudara kita yang kena bencana. Ya,” tandas Bahlil.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro