Menpar Bidik Devisa Pariwisata Tembus US$24,7 Miliar pada 2026

Kemenpar targetkan 17,6 juta wisman dan devisa pariwisata US$24,7 miliar pada 2026 dengan fokus pada wisata alam, desa wisata, dan digitalisasi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana - Dok. Kemenparekraf
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana - Dok. Kemenparekraf

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaparkan sejumlah target indikator pariwisata seperti kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga target devisa pariwisata pada 2026.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pihaknya membidik kunjungan wisman mencapai 16 juta hingga 17,6 juta pada tahun depan, lebih dari target tahun ini pada rentang 14–15 juta.

Selain itu, terdapat pula target wisatawan nusantara hingga 1,18 miliar perjalanan tahun depan, serta peningkatan target rerata belanja per kedatangan (average spending per arrival) sebesar US$1.372 hingga US$1.404.

“Sehingga devisa [pariwisata] yang dapat kita raih mencapai US$22 miliar hingga US$24,7 miliar,” kata Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Dengan kurs asumsi Rp16.737, maka target devisa pariwisata 2026 tersebut berada pada rentang Rp368,2 triliun hingga Rp413,4 triliun.

Widiyanti lantas menargetkan bahwa produk domestik bruto (PDB) pariwisata Tanah Air pada tahun depan mencapai 4,6% hingga 4,7%, dengan tenaga kerja pariwisata sebanyak 26,33 juta orang.

Untuk mencapai target-target tersebut, dia menyatakan bahwa Kemenpar akan tetap melanjutan program unggulan pada tahun ini, sembari menghadirkan inovasi dan melakukan ekspansi program baru.

Widiyanti hendak berfokus kepada peningkatan wisata alam, program desa wisata, pariwisata berkualitas, event daerah hingga internasional, hingga digitalisasi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada September 2025 sebesar 9,04% secara tahunan menjadi 1,39 juta kunjungan, meskipun menurun 7,33% secara bulanan (month-to-month/MtM).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa secara kumulatif atau sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 11,43 juta orang atau meningkat sebesar 10,22% YoY.

“Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama sebanyak 1.219.156 kunjungan, melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 175.754 kunjungan. Dengan demikian, secara total kunjungan wisman ada sebanyak 1,39 juta, atau turun 7,33% MtM,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (3/11/2025). 

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro