Bisnis.com, JAKARTA -- Melempemnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tak terlepas dari sejumlah tantangan berat yang mengancam kelangsungan bisnis dan daya saingnya, baik di kancah regional maupun global. Tak pelak, langkah strategis amat diperlukan guna memperbaiki tata kelola industri ini.
Bahkan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi memandang bahwa kondisi ini bukan hanya akibat siklus ekonomi biasa, melainkan juga dampak dari kebijakan yang kurang berpihak pada industri manufaktur, terutama sektor TPT.