Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 BisnisIndonesia.ID : Lonjakan Surplus Perdagangan hingga Hantu Krisis Pilot dan Awak Kabin

Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatatkan surplus. Hingga Juni Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  07:00 WIB
Top 5 BisnisIndonesia.ID : Lonjakan Surplus Perdagangan hingga Hantu Krisis Pilot dan Awak Kabin
Aktivitas perdagangan di pelabuhan - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatatkan surplus. Hingga Juni Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Berita tentang surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id.

Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Kamis (21/7/2022):

1. Surplus Perdagangan 2022 Melonjak, Mitra Dagang Bantu Indonesia

Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatatkan surplus. Hingga Juni Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Jika pada Mei 2020 surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$2.014 juta maka pada Juni 2022 surplus neraca perdagangan berada di posisi US$ 5088.7 juta atau jika dibulatkan menjadi US$ 5088.7 juta alias US$5,09 miliar.

Neraca perdagangan pada Juni 2022 terjadi di saat kondisi ekonomi global sedang tidak sehat dan berada di bawah tekanan inflasi serta perlombaan kenaikan suku bunga sejumlah bank sentral di dunia. Hal itu tidak terhindarkan di saat sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris mengalami inflasi 9,1 persen dan 9,4 persen pada Juni 2022.

Sementara itu, inflasi tinggi di Sri Lanka (pada Juni 2022 mencapai 54,6 persen) telah mengantarkan negeri itu dalam kondisi chaos hingga Presiden Gotabaya Rajapaksa harus melepas kekuasaan dengan cara memalukan, pergi meninggalkan Sri Lanka yang diamuk aksi protes massal.

Indonesia beruntung berada dalam kondisi yang tidak terlalu parah. Meski inflasi pada Juni 2022 mencapai 4,35 persen dan tercatat sebagai inflasi tertinggi sejak Juni 2017 yang mencapai 4,37 persen, kinerja neraca perdagangan menghasilkan surplus yang tinggi.

2. Tak Bergeming Google dan Youtube Pada Ancaman Blokir Kominfo

Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik Kementerian Komunikasi dan Informatika (PSE Kominfo) memasuki hari terakhir. Beberapa platform raksasa dunia telah mendaftar. Tersisa Google dan Youtube kekeuh tak bergeming pada ancaman blokir pemerintah.

Setelah dibuka beberapa waktu, masa pendaftaran perusahaan digital lokal dan asing akan berakhir hari ini, Rabu (20/7/2022). Situs resmi PSE Kominfo memerinci beberapa platform telah mendaftar.

Perusahaan semisal Facebook, Instagram dan Whatsapp misalnya. Grup Meta tersebut telah tercatat sebagai PSE Kominfo sejak 19 Juli 2022. Diikuti PUBG Mobile, Netflix, Zoom, Apple App Store, Icloud hingga media sosial China, Tiktok.

Platform di bawah Meta didaftarkan oleh Facebook Singapore PTE. LTD. Tiktok terdaftar dari perusahaan Tiktok PTE. LTD. Begitupun Netflix tercatat di PSE oleh Netflix PTE. LTD. Sementara Twitter didaftar oleh perusahaan induk yakni Twitter, Inc.

3. Melawan Perlambatan Pasar City Car

Di tengah kabar rencana peluncuran S-Presso yang makin kencang, Suzuki menyebutkan city car di Indonesia masih potensial. Padahal, sejak 10 tahun terakhir ceruk pasar mobil perkotaan semakin tergerus preferensi dan pergeseran tren.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan segmen city car sepanjang paruh pertama tahun ini 25% menjadi hanya 14.810 unit (yoy). Ini belum termasuk city car di kelas kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).

Segmen city car semakin tergerus setelah menggapai masa kejayaan pada 7-10 tahun lalu. Pangsa city car kini hanya 1,5% sampai 1,75%.

4. Kala Dewan Komisaris Emiten Diduduki Milenial dan Gen-Z

Perlahan tetapi pasti, tampuk kepemimpinan perusahaan-perusahaan publik bakal segera beralih ke generasi yang lebih muda, baik itu generasi Milenial maupun Gen-Z. Saat ini, sudah ada tujuh emiten dan calon emiten yang menempatkan generasi ini di kursi komisaris.

Namun, seiring dengan perkembangan ini, tentu muncul pula pertanyaan terkait kapabilitas anak-anak muda ini dalam memimpin perusahaan, apalagi sebuah perusahaan publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pemegang saham publik.

Dua anak muda saat ini mengisi posisi komisaris utama di calon emiten yang segera melantai di Bursa Efek Indonesia, yakni Jhony Saputra anaknya Haji Isam di PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) dan Jadug Trimulyo Ainul Amri di PT Sari Boga Kreasi Tbk. (RAFI) atau Kebab Turki Baba Rafi.

5. Jumlah Maskapai Ditambah, Krisis Pilot dan Awak Kabin Menghantui

Di tengah upaya pemerintah mendorong maskapai penerbangan menambah jumlah armada pesawat, krisis pilot dan awak kabin malah menghantui industri aviasi.

Penambahan jumlah maskapai menjadi salah satu solusi yang dianggap mampu menekan tarif tiket pesawat. Saat ini, rerata harga tiket bagi penumpang kelas ekonomi melebihi batas atas.

Setidaknya, maskapai penerbangan masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan kondisi para kru kabin di tengah meningkatnya jumlah permintaan penerbangan dan keterbatasan jumlah pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

City Car Neraca Perdagangan maskapai penerbangan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top