Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Gubernur Riau Syamsuar (kiri) meninjau penjualan minyak goreng murah Rp14.000 perliter. Pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng dijual Rp14.000 per liter untuk toko ritel. / Istimewa
Lihat Foto
Premium

Balada Minyak Goreng dan Dugaan Kartel pada Awal Tahun

Harga minyak goreng yang masih mahal membuat pemerintah memberlakukan kebijakan satu harga Rp14.000 sejak Rabu (19/1/2022). Tetapi belakangan, KPPU mulai mengendus adanya praktik kartel atas melejitnya harga komoditas ini sejak tahun lalu.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com
20 Januari 2022 | 21:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak goreng yang konsisten bertengger di atas Rp18.000 sejak tahun lalu menjadi balada tersendiri pada awal 2022. Komoditas yang masuk dalam kategori bahan pokok ini akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah yang sejak Rabu (20/1/2022) menetapkan kebijakan satu harga.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 akan diberlakukan untuk ritel modern terlebih dahulu. Nantinya, pasokan dan penjualan minyak goreng harga Rp14.000 per liter di pasar tradisional dilakukan bertahap, setidaknya sepekan sejak kebijakan bergulir.

“Penyediaan minyak goreng kemasan melalui ritel merupakan tahap awal, selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” katanya, Rabu (19/1/2022).

Namun, belakangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya dugaan praktik kartel terkait melejitnya harga minyak goreng di Tanah Air sejak tahun lalu.

Berdasarkan analisis struktur pasar yang dilakukan KPPU, sejumlah produsen minyak goreng memiliki pangsa yang mendominasi. Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala mengatakan empat produsen utama memiliki pangsa pasar berturut-turut sebesar 14 persen, 13,3 persen, 11 persen, dan 8,2 persen.

Penghitungan rasio konsentrasi dari 4 produsen tersebut atau CR(4) menunjukkan total pangsa mencapai 46,5 persen yang menunjukkan bahwa pasar bersifat monopoli dan mengarah ke oligopoli. Temuan dari studi yang dilakukan KPPU juga mengungkap bahwa para produsen dengan pangsa besar sejatinya terintegrasi secara vertikal.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top