Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ancaman Gelombang Omicron, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Daya Beli Konsumen

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai tingkat yang tinggi pada Desember 2021, seiring dengan mulai dibukanya aktivitas ekonomi karena kasus Covid-19 yang melandai.
Suasana sepi terlihat di salah satu pusat perbelanjaan atau mal saat libur Natal dan Tahun Baru di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/12). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan bahwa sesuai prediksi, pada akhir tahun ini tidak ada kenaikan signifikan pengunjung mal. Penyebabnya karena adanya pembatasan aturan dari pemerintah dan daya beli masyarakat yang melemah. /Bisnis-Himawan L Nugraha
Suasana sepi terlihat di salah satu pusat perbelanjaan atau mal saat libur Natal dan Tahun Baru di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/12). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan bahwa sesuai prediksi, pada akhir tahun ini tidak ada kenaikan signifikan pengunjung mal. Penyebabnya karena adanya pembatasan aturan dari pemerintah dan daya beli masyarakat yang melemah. /Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 118,3 telah mencapai tingkat yang tinggi pada Desember 2021.

Peningkatan IKK terjadi seiring dengan mulai dibukanya aktivitas ekonomi karena kasus Covid-19 yang melandai.

“Hal tersebut terkonfirmasi dengan realitas di lapangan, di mana indeks ritel dan pertumbuhan uang beredar meningkat,” katanya kepada Bisnis, Senin (10/1/2022).

Iskandar mengatakan, ada sejumlah faktor dalam mendorong daya beli masyarakat. Pertama, dengan meningkatkan keyakinan masyarakat kelas menengah ke atas, atau yang memiliki tabungan di bawah Rp5 miliar untuk berbelanja.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mempercepat vaksinasi. “Khususnya booster yang akan dimulai lusa tanggal 12 Januari dan menjaga Covid-19 terkendali,” katanya.

Kedua, Iskandar mengatakan bahwa pemerintah masih menyiapkan anggaran bantuan sosial yang besar pada 2022 untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Ketiga, mendorong pertumbuhan kredit dan investasi dengan penerapan Online Single Submission (OSS) secara penuh di seluruh Indonesia. Keempat, yaitu dengan mendorong kinerja ekspor.

“Dengan mulai pulihnya sektor riil maka penyerapan tenaga kerja meningkat, sehingga daya beli juga meningkat,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper