Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah China Minta Tencent dan Alibaba Setop Tindakan Saling Brokir

Dunia internet China didominasi oleh segelintir raksasa teknologi yang secara historis memblokir tautan dan layanan saingan mereka yang muncul di platform mereka. Kondisi ini menciptakan apa yang oleh para analis digambarkan sebagai 'taman bertembok'.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 September 2021  |  19:59 WIB
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China -  Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah mengatakan kepada perusahaan teknologi termasuk Alibaba Group Ltd dan Tencent Holdings Ltd untuk berhenti memblokir tautan situs satu sama lain dari platform mereka.

Permintaan pemerintah China tersebut dilansir oleh 21st Century Business Herald, Sabtu (11/9/2021). Surat kabar itu, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi mengusulkan standar kepada perusahaan teknologi tersebut terkait dengan layanan pesan instan pada Jumat (10/9/2021).

Dalam sebuah pertemuan, kementerian memberi tahu mereka bahwa semua platform harus dibuka blokirnya pada waktu tertentu. Adapun, kementerian juga mengatakan mungkin harus menggunakan langkah-langkah lain jika perusahaan tidak mematuhi, kata surat kabar itu.

Dilansir oleh Channel News Asia, keputusan ini adalah kebijakan terbaru dalam serangkaian tindakan keras regulator China kepada industri teknologi hingga perusahaan hiburan dan game.

Perusahaan yang menghadiri pertemuan dengan kementerian tersebut termasuk Alibaba, Tencent, ByteDance, Baidu Inc, Huawei Technologies Co dan Xiaomi Corp, kata surat kabar itu. Sayangnya, tidak ada perusahaan teknologi yang disebutkan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dunia internet China didominasi oleh segelintir raksasa teknologi yang secara historis memblokir tautan dan layanan saingan mereka yang muncul di platform mereka. Kondisi ini menciptakan apa yang oleh para analis digambarkan sebagai 'taman bertembok'.

Regulator dalam beberapa bulan terakhir telah menindak, menuduh perusahaan membangun monopoli dan membatasi pilihan konsumen.

Pada bulan Juli, Wall Street Journal melaporkan bahwa Alibaba dan Tencent secara bertahap mempertimbangkan untuk membuka layanan mereka satu sama lain, seperti dengan memperkenalkan WeChat Pay milik Tencent ke pasar e-commerce milik Alibaba, Taobao dan Tmall.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tencent alibaba
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top