Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pabrik kertas tisu.  - Bloomberg.
Lihat Foto
Premium

Indeks PMI Manufaktur Indonesia Melemah, Malaysia, Singapura, Hingga Vietnam Anjlok!

Sebanyak lima dari tujuh negara di Asia Tenggara yang disurvei IHS Markit mengalami konstraksi pada pabrik-pabrik mereka akibat melemahnya permintaan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
01 Juli 2021 | 09:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja sektor manufaktur Indonesia melambat sepanjang Juni 2021 seiring ledakan kasus Covid-19. Perlambatan terjadi baik pada sisi produksi maupun permintaan baru dibandingkan Mei 2021. 

Saat yang sama terjadi kenaikan biaya bahan baku maupun gangguan distribusi yang menyebabkan perusahaan meneruskan ke pelanggan berupa kenaikan harga. 

Dalam survei yang diselenggarakan oleh IHS Markit tentang Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) Juni 2021, kondisi ini membawa indeks PMI Indonesia turun ke level 53,5 dibandingkan posisi Mei 55,3. 

IHS Markit menggunakan nilai 50 sebagai netral. Indeks di atas 50 menunjukkan perusahaan manufaktur mengalami ekspansi. Sementara indeks di bawah 50 terjadi pelemahan. 

“Pertumbuhan sektor manufaktur melambat pada bulan Juni, sebagaimana ditunjukkan oleh survei IHS Markit PMI terbaru, dan mencerminkan pengaruh gelombang kedua Covid-19 terhadap sektor manufaktur Indonesia," kata Jingyi Pan, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit, Kamis (1/7/2021). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top