Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Tunjuk Kritikus Wall Street sebagai Pemimpin Otoritas Bursa AS

Penunjukan kemungkinan akan memicu kekhawatiran di antara perusahaan-perusahaan Wall Street tentang peraturan yang lebih ketat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  08:29 WIB
Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berbicara tentang ekonomi dan laporan kerja Amerika Serikat terakhir tahun 2020 di kantor pusat transisi di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Jumat (4/12/2020). - Antara/Reuters
Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berbicara tentang ekonomi dan laporan kerja Amerika Serikat terakhir tahun 2020 di kantor pusat transisi di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Jumat (4/12/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden terpilih Joe Biden akan menunjuk Gary Gensler sebagai ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Penunjukan ini diungkapkan oleh dua sumber yang memahami masalah tersebut. Penunjukan kemungkinan akan memicu kekhawatiran di antara perusahaan-perusahaan Wall Street tentang peraturan yang lebih ketat.

Gensler adalah ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dari 2009 hingga 2014, dan sejak November telah memimpin perencanaan transisi Biden untuk pengawasan industri keuangan.

Dikutip dari Channel News Asia, penunjukannya sebagai regulator sekuritas utama negara itu diharapkan untuk mengakhiri empat tahun pelonggaran aturan yang dinikmati oleh bank, pialang, dana, dan perusahaan publik Wall Street di bawah ketua SEC Presiden Donald Trump Jay Clayton.

Di CFTC, Gensler menerapkan aturan perdagangan swap baru yang dramatis yang diamanatkan oleh Kongres setelah krisis keuangan 2007-2009. Dia juga mengembangkan reputasi sebagai operator keras kepala yang bersedia membela kepentingan Wall Street yang kuat.

Gensler juga membantu penulis Undang-Undang Dodd-Frank 2010 dan mendorong banyak aturan baru undang-undang tersebut. Agendanya yang agresif membuatnya menjadi musuh nomor satu di industri keuangan di Washington - sebuah label yang dia sukai.

Tindakannya dinilai sebagai perubahan luar biasa bagi mantan mitra Goldman Sachs Group Inc., yang dikhawatirkan banyak Demokrat akan terlalu 'menghormati' Wall Street ketika Presiden Barack Obama memilihnya untuk CFTC pada 2008.

Dikutip dari Bloomberg, kemampuan Gensler untuk mengubah sikap dan menembus birokrasi untuk menyelesaikan berbagai hal bisa dibilang memiliki sisi negatif. Hubungannya dengan regulator Obama lainnya terkadang sulit, dan taktik negosiasinya yang keras tentang kebijakan melukai ego dan melemahkan rekan-rekannya. Staf CFTC merasa sangat terbebani oleh jam kerja yang panjang dan beban kerja yang berat.

Seorang mantan bankir Goldman Sachs tersebut pernah mengawasi penuntutan bank investasi besar karena mencurangi Libor, patokan untuk triliunan dolar dalam pemberian pinjaman di seluruh dunia.

Gensler saat ini adalah profesor di MIT Sloan School of Management di mana dia mengajar kelas tentang teknologi keuangan dan cryptocurrency. Ketika dikonfirmasi, Gensler tidak menanggapi permintaan komentar. Juru bicara Biden juga tidak segera menanggapi konfirmasi yang diajukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Joe Biden
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top